loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meskipun jadwal Asian Paragames 2020 diundurkan dua bulan dari Januari 2020 menjadi Maret 2020, namun para atlet Paragames Indonesia pantang pulang kampung. Pasalnya, pulang kampung dinilai mampu mengembalikan performa atlet menjadi nol.

Untuk itu, para atlet Paragames Indonesia tetap akan menjaga performanya dengan latihan-latihan selama dua bulan ke depan hingga pelaksanaan Asian Paragames 2020 tiba.

Presiden National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun mengungkapkan, mundurnya pelaksanaan APG 2020 Filipina dari yang sedianya 15 Januari 2020 menjadi 20-28 Maret 2020 tidak akan menghambat performa para atlet.

“Untuk itu para pelatih diminta untuk menjaga api semangat dalam diri atlet demi meraih misi mempertahankan juara umum Asian Paragames (APG). Sebenarnya penundaan itu tidak ada handicap buat kita juga, Menpora juga sudah tahu, tidak memerintahkan kita harus bagaimana, karena kita tahu tujuan kita ke Filipina untuk satu misi yakni juara umum, kita tidak menuntut apa-apa. Kepada pelatih saya minta menjaga semangat atlet seperti semangat juara umum saat ini, itu yang paling penting, jangan sampai kendor maka dari itu seluruh pelatih saya kumpulkan,” paparnya, Sabtu (21/12/2019).

Senny menambahkan, kabar pengunduran jadwal APG tersebut diketahuinya beberapa hari yang lalu. Sebagai penyebab yaitu anggaran pelaksanaan di Filipina belum lengkap. NPC Indonesia juga telah menerima permohonan maaf dari pihak Filipina dan memaklumi hal tersebut.

“Kuota tetap dan cabor tetap. Program Pelatnas tetap sedikit perubahan pasti, Atlet sebenarnya sudah masuk fase kompetisi, kita harapkan Januari itu meledak bener. Namun sekarang pelatih kumpul, merencanakan untuk atlet agar tidak bosan dan lain-lain. Yang jelas mereka tidak boleh pulang ke kampung. Kalau pulang, nanti dari nol lagi, yang penting kita jalani saja porsi kita untuk memberikan yang terbaik bulan Maret mendatang,” tukasnya. Triawati PP