JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kisah Perjuangan Marilyn Lie, Penderita Low Vision Yang Sukses Rintis Sekolah Bagi Penyandang Disabilitas Ganda. Sering Dijambaki Siswanya, Kini Akhirnya Raih Penghargaan Nasional

Foto/Humas Jateng
Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Marilyn Lie (25) sadar ia memiliki kekurangan. Namun kekurangannya itu tak membuat ia berhenti berjuang dan berbagi untuk sesama.

Memiliki keterbatasan penglihatan low vision sejak lahir, Marilyn mendirikan Yayasan Dwi Tuna Harapan Baru di Kota Medan.

Sekolah itu khusus mendidik anak dengan Multiple Disability with Visual Impairment (MDVI), yakni mereka yang memiliki hambatan penglihatan disertai hambatan lain, baik pendengaran, intelektual, fisik, emosi, dan sebagainya. Kebanyakan siswanya memiliki disabilitas ganda.

Bersama keempat pendidik lainnya yang juga tunanetra, sekolah yang telah didirikan sejak 2014 hingga kini telah mendidik sekitar sepuluh anak.

Ketika ditanya tentang para anak didiknya, gadis berambut pendek dan berkacamata ini begitu antusias menceritakan perkembangan anak-anak didiknya yang telah mampu mandiri, bahkan dapat bermain musik.

Marilyn mengaku, tidak mudah mendidik anak anak dengan disabilitas ganda. Ia menceritakan kerap kali dijambak bahkan dicakar anak didiknya yang tidak bisa melihat dan mendengar karena anak didiknya merasa tidak nyaman.

Marilyn pun tak segan-segan memotong rambutnya menjadi sangat pendek dan tak memakai parfum agar para anak didiknya merasa nyaman.

Marilyn mengaku, ia tergugah mendirikan sekolah ini karena masih belum banyak sekolah yang mendidik para berkebutuhan khusus di Medan. Marilyn menekankan para penyandang disabilitas tidaklah bodoh namun merka hanya perlu pendampingan dan dibantu. Para disabilitaspun bisa berkarya dan mandiri.

“Saya tidak ingin para penyandang disabilitas bernasib seperti saya yang dianggap bodoh  bahkan oleh keluarga saya sendiri. Para berkebutuhan khusus itu tidak bodoh, mereka hanya perlu dibantu dan dibimbing maka merekapun bisa berprestasi.” ujarnya.

Baca Juga :  Ganjar Tegaskan Tak Boleh Ada Kampanye Terbuka, Jika Melanggar Ini Sanksinya

Untuk mengumpulkan dana, Marilyn pun tak segan berjualan sabun, kerupuk dan pensil untuk menenuhi kebutuhan anak didiknya.

Semangat Marilyn “menerangi jalan” para penyandang disabilitas ganda sungguh membuat takjub. Tak heran Marilynpun menjadi salah satu penerima penghargaan The Best 7 Inovasi partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Tahun 2019.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga dalam Peringatan Hari Ibu di Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (21/12/2109).

Mendapat penghargaan tersebut, Marilyn mengaku tak percaya karena usahanya selama ini semata-mata tulus membantu anak-anak yang bernasib sepertinya.

“Senang sekali benar-benar tidak menyangka, tidak bisa diungkapkan kata-kata,” ujarnya sambil memegang piala tersebut dan tersenyum.

Marilyn tak sendiri, para penerima penghargaan lainnya adalah Yayasan Maniambyan Raja Ampat yang berjuang dalam hal Ekowisata Berbasis Masyarakat yang berfokus Pemberdayaan Perempuan, Yayasan Nurmala Dewi Lestari Kabupaten Bangka dengan Program Pedake (Penyuluhan dan Keterampilan) dalam Membangun Karakter Korban Kekerasan pada Perempuan dan Anak,  My Hope dari Tobelo Halmahera Utara dengan Pemberdayaan Orang dengan HIV / AIDS (ODHA) Perempuan dan Anak, Poklahsar MEFS Foods Snack Kota Palangkaraya yang memberdayakan Perempuan Melalui Inovasi Tatuliti (Tabungan Tulang dan Kulit Ikan), serta Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan Berbasis Zero Waste Concept (Tanpa Limbah).

Selain itu Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar Kota Banjarmasin yang membuat Rumah Kreatif dan Pintar, Pembinaan dan Pendampingan Masyarakat, Fokus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)  dan Anak Bermasalah serta PKBM Cendana Kabupaten Deli Serdang yang memberdayakan Buta Aksara terhadap Masyarakat Khususnya Perempuan.

Setelah memberikan penghargaan, Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu bukanlah sekadar “Mother Day”.

Baca Juga :  Kejar Mimpi Semarang Bangun Motivasi Anak Panti Asuhan Melalui Kegiatan Volunteering

Namun merupakan momentum perjuangan perempuan seluruh Indonesia untuk berdaya yang berhak punya mimpi dan mewujudkannya.

“Hari ibu sebagai momentum perempuan di seluruh penjuru Indonesia untuk berdaya dan memberdayakan perempuan-perempuan disekelilingnya”ucapnya.

Bintang menyampaikan sebanyak 5,91 juta perempuan telah diberdayakan dan dibimbing oleh 3.600 pendamping di bidang wirausaha di seluruh Indonesia. Selain itu diberikan pula edukasi diberbagai daerah tentang anak dan keluarga, sinergi melibatkan milenial untuk mengedukasi ibu-ibu untuk melek terhadap teknologi.

Mengenakan kebaya berwarna hijau, Bintang menambahkan untuk mendorong APBDes agar diakomodasikan untuk pemberdayaan wanita, akan diberikan penghargaan kepada kepala desa dari perwakilan masing-masing di Indonesia bagian Timur, Tengah dan Barat serta akan diajak ke New York.

Bintang menambahkan, dipilihnya Jawa Tengah sebagai pusat peringatan Hari Ibu seluruh Indonesia karena para pemimpinnya seperti Gubernur Jawa Tengah, Walikota Kota Semarang dan jajaran pemerintahnya yang begitu peduli terhadap pemberdayaan perempuan.

Hadir dalam Peringatan Hari Ibu bersama Siti Atikoh Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menekankan peran perempuan sangatlah penting. Oleh karena itu enam tahun berjalannya Musrenbang, ide dan pendapat kelompok-kelompok perempuan, disabilitas dan anak selalu Ganjar dahulukan dan tampung sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.

“Peran perempuan sangatlah penting. Enam  tahun berjalannya musrenbang, kelompok-kelompok perempuan, disabilitas dan anak selalu saya dahulukan. Ide dan pendapat-pendapat mereka ditampung sebagai pertimbangan pengambilan keputusan,” ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan,  Pemprov Jateng pun siap mendukung berbagai program dari pemerintah pusat tentang Pemberdayaan Perempuan. JSnews