loading...
Loading...
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu (27/6/2018) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bersamaan dengan berakhirnya musyawarah nasional (Munas) partai Golkar, Kamis (5/12/2019) malam, berakhir pula kubu Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

Dalam acara penutupan itu, dua bekas saingan di Munas Golkar, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) tampak akrab.

Keduanya menyambut kehadiran Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersama-sama.

Dalam pidatonya saat menutup Munas, Airlangga Hartarto juga secara khusus menyapa para loyalis Bamsoet.

“Yang saya hormati, tim Pak Bambang Soesatyo, Pak Ahmadi Noor Supit, Pak Nusron Wahid, Pak Misbakhun, dan bendahara bersama kita, Pak Robert Kardinal,” kata Airlangga disambut tepuk tangan para kader Golkar.

Baca Juga :  35 Rekening di 11 Bank Milik Tersangka Kasus Jiwasraya Diblokir Kejaksaan Agung

Empat orang tersebut adalah loyalis Bamsoet yang kencang mendorong Ketua MPR RI itu maju melawan Airlangga di Munas Golkar.

Namun, pada akhirnya Bamsoet mundur. Airlangga melanjutkan pidatonya dengan bercerita bahwa dirinya telah membuat kesepakatan bersama dengan Bamsoet untuk meniadakan kubu-kubu di tubuh Golkar.

“Kemarin saya dan Pak Bambang sudah sepakat bahwa tidak ada lagi pendukung Airlangga Hartarto dan pendukung Bamsoet, yang ada adalah kader Partai Golkar. Dan saya akan menjadi pemimpin seluruh Partai Golkar di mana pun berada,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Jawab KPK, Kapolri Bentuk Tim Pemburu Harun Masiku

Airlangga tidak menjanjikan akan mengakomodir semua loyalis Bamsoet sebagai bentuk rekonsiliasi, namun dia menjanjikan struktur baru DPP Golkar akan terbentuk dalam waktu 45 hari ke depan.

www.tempo.co

Loading...