JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Antisipasi Virus Corona, Penerbangan ke Seluruh Cina Akan Ditutup

Ilustrasi aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina / reuters / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebagai dampak dari penyebaran virus Corona yang cepat dan mematikan, Kementerian Perhubungan RI  mengkaji kemungkinan melarang penerbangan ke wilayah lain dari dan ke negara China.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan pemberitaan virus corona cukup masif dan pihaknya masih memperhatikan berbagai kemungkinan yang terjadi.

“Kita bertahap meninjau (perluasan larangan terbang), apa yang kita sampaikan tak lepas dari rekomendasi Kemenkes dan Kemenlu tiap hari kami berkorespondensi,” ujar Budi Karya, Minggu (26/1/2020).

Dia berharap kasus virus corona ini tidak menimbuilkan perselisihan dan melihat ini sebagai bencana.

Baca Juga :  Sampai 17 September, Jumlah Pendaftar Kartu Prakerja Mencapai 26 Juta Orang

“Di satu sisi kita lakukan suatu kegiatan preventif untuk menangkal jangan sampai terjadi perpindahan virus ke Indonesia,” ujar Budi Karya.

Sementara itu Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, terus berkoordinasi untuk memastikan antisipasi masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia.

“Kami melakukan koordinasi dengan yang terkait dengan KKP dan Kemenkes. Ini perlu, contohnya dalam konteks pemasangan infrastruktur seperti thermal scanner. Tiap bandara kita pastikan alat ini dengan mudah terpasang, di semua 19 bandara termasuk Bandara Soekarno-Hatta sudah terpasang dan beroperasi,” katanya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Juga Bikin Anak-anak Stres, Ini Tips Menjelaskan tentang Virus Corona pada Anak agar Tidak Cemas

Sementara itu tim di bandara pun sudah bergerak termasuk dari pihak karantina dan memperhatikan pergerakan penumpang serta berkoordinasi dengan pihak imigrasi.

“Kedua, melakukan koordinasi dengan regulator karena dia yang memiliki akses terhadap kebijakan regulasi dan kebijakan antarregulator lain, seperti kemenhub regulator transportasi udara, harus berkoordinasi dengan regulator pergerakan penumpang dalam konteks imigrasi,” ujarnya.

Ketiga, AP II melakukan konsolidasi di internal, terkait pihak mana saja yang bertugas dan yang langsung berhadapan dengan penumpang atau frontliner seperti keamanan bandara, kebersihan, ground handler, customer service, dan lain-lainnya.

“Mereka yang terdepan bertemu akses terhadap pergerakan penumpang. Ini kita sudah minta mereka menggunakan masker N95,” tuturnya.

www.tempo.co