JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Bejat! Pembina Pramuka Ini Cabuli 7 Siswi SMP Saat Kemah

ilustrasi / tribunnews

GUNUNGKIDUL,JOGLOSEMARNEWS.COM – Tujuh orang siswi di sebuah SMP Negeri di wilayah Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul menjadi korban pencabulan dan pelecehan seksual oleh guru pembina pramuka mereka, berinisial ED.

Aksi bejat itu  dilakukan oleh pelaku saat kegiatan ektrakulikuler di sekolah serta saat pelaksanaan kemah.

Kepala sekolah tempat pelaku menjadi pembina pramuka, SGT mengatakan ada tujuh siswi yang menjadi korban kebiadaban ED.

Tujuh siswi tersebut terdiri dari satu korban siswi kelas 7, satu korban siswi kelas 8 dan lima korban kelas 9.

“Kejadian tersebut terungkap pada hari Rabu jadi korban itu cerita ke orangtua masing-masing, lalu orangtua siswa cerita dengan orangtua siswa lainnya dan mereka tidak terima ingin ketemu dengan pembina Pramuka,” katanya.

Lanjut SGT, karena pada hari Rabu, ED selaku pembina Pramuka belum masuk.

Baca Juga :  Yogyakarta Terdapat Tambahan 74 Kasus Covid-19

Rencana mediasi antara pembina, orangtua murid, dan pihak sekolah akhirnya baru digelar pada keesokan harinya yaitu Kamis (9/1/2020) lalu.

Pada saat itu orangtua datang ke sekolah dan bertemu dengan yang bersangkutan, tetapi lama kelamaan yang datang ke sekolah semakin banyak.

“Saya juga tidak mengetahui kenapa saat itu massa yang datang cukup banyak,” ujar Kepala Sekolah.

Tak ingin ambil resiko pihak sekolah lalu melaporkan kepada Polsek setempat untuk dilakukan pengamanan agar pembina pramuka tersebut tidak dihakimi oleh massa.

“Kalau tidak dibawa oleh Polsek lalu dari Polsek dilimpahkan ke Polres kalau tidak segera dilimpahkan mungkin akan terjadi kekacauan di sekolah,” katanya.

Saat disinggung terkait kondisi korban, SGT menjelaskan korban sudah bersekolah seperti biasa.

“Kalau korban sudah sekolah seperti biasa, menurut pengakuan ED tidak sampai tindak pencabulan tetapi hanya dicium pipinya saja,” katanya.

Baca Juga :  Jalani Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta, Seorang Perempuan Mengaku Diperas dan Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Dokter

Ke depan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pihaknya akan lebih selektif lagi saat mencari pembina untuk menggantikan ED.

“Permintaan dari orangtua murid,  memang pelaku  harus diberhentikan,” imbuhnya.

Wakil Kepala Sekolah BYT menambahkan, dirinya tidak menyangka akan terjadi kejadian tersebut karena saat kegiatan kemah berlangsung terdapat empat pembina Pramuka dan juga dihadiri oleh guru.

“Pembina sebenarnya ada 4 orang dua perempuan dua laki-laki, kami tidak menyangka kalau akan terjadi seperti ini karena guru-guru juga ikut bermalam di lokasi kemah, tidur pun bersama dengan para pembina,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gedangsari, AKP Solechan mengungkapkan perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2019 dan pada bulan Desember 2019.

“Para siswi dibujuk lalu dicium, perbuatan tersebut dilakukan di sekolah dan bumi perkemahan yang bertempat di wilayah Sleman,” ungkapnya.

Solechan menambahkan, para siswi mengalami trauma. Pihaknya juga mengarahkan para orangtua murid untuk melaporkan ke Polres.

www.tribunnews.com