JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hasto: PDIP Tak Bertanggung Jawab Soal Negosiasi PAW Harun Masiku

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan tak bertanggung jawab apabila ada pihak-pihak yang menegosiasikan penggantian antarwaktu (PAW) Nazarudin Kiemas dengan Harun Masiku.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDIP, Hasto Kristiyanto. Menurut dia, PAW telah diatur secara rigid oleh peraturan perundang-undangan.

Hasto menilai, tak ada pihak mana pun, baik partai politik maupun Komisi Pemilihan Umum yang bisa menegosiasikan hukum positif itu.

Baca Juga :  Pasca Mundurnya Beberapa Pegawai, ICW: KPK Harus Kurangi Gimik Politik

“Jadi persoalan PAW yang kemudian ada pihak-pihak yang kemudian melakukan negosiasi itu di luar tanggung jawab PDI Perjuangan,” kata Hasto di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Hasto menjelaskan, partainya memiliki kedaulatan untuk melakukan PAW atas meninggalnya Nazarudin Kiemas dengan berbekal putusan dan fatwa Mahkamah Agung.

Pihak-pihak yang melakukan komersialisasi atas legalitas PAW itulah yang menurutnya harus dipertanyakan.

“Pihak yang melakukan komersialisasi, menggunakan penyalahgunaan kekuasaan itu, ya seharusnya menjadi fokus mengapa itu terjadi,” kata dia.

Baca Juga :  Peneliti UGM Klaim Bisa Prediksi Gempa Lewat Pengukuran Konsentrasi Gas Radon dan Lever Air Tanah, Ini Kata BMKG: Ibarat Tes Covid-19 dengan Ukur Suhu Tubuh

Persoalan PAW Nazarudin Kiemas itu menjadi ujung pangkal dugaan suap terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Wahyu diduga menyanggupi mengegolkan Harun Masiku sebagai PAW Nazarudin Kiemas. Padahal sebelumnya, KPU sudah menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, Wahyu meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk melancarkan misi itu.

KPK pun menetapkan Wahyu dan Harun sebagai tersangka bersama dua orang lainnya. Namun Harun hingga kini belum ditemukan keberadaannya.

www.tempo.co