JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pesan Gus Karim ke Bacawali Solo: Tidak Perlu Gontok-gontokan dan Memaksakan Kehendak

pengasuh Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Solo, KH Abdul Karim Ahmad atau Gus Karim. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memasuki tahun 2020 yang notabene dapat dikatakan sebagai tahun politik, pengasuh Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Solo, KH Abdul Karim Ahmad atau Gus Karim berhara warga Kota Solo mampu saling meningkatkan tali ukuwah silaturahmi.

Pria yang dikenal sebagai guru ngaji Presden Joko Widodo (Jokowi) sebelum menjadi Walikota Solo tersebut menekankan, memasuki tahun baru hendaknya warga Solo selalu mengedepankan perkataan yang baik untuk menghindari perpecahan.

“Sebentar lagi akan ada Pilkada, dan itu adalah acara rutin rame -rame. Ya kita sukseskan bersama, semoga (Kota Solo) bisa mendapatkan pemimpin yang baik, yang cinta kepada rakyat dan rakyat juga mencintanya,” urainya, Rabu (1/1/2020).

Baca Juga :  Bawaslu Solo Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Gus Karim juga berpesan pada seluruh kandidat bakal calon Walikota dan Wakil Walikota baik di Solo maupun luar Solo untuk selalu menjaga persatuan.

“Tidak perlu gontok- gontokan (saling menjatuhkan), dan memaksakan kehendak. Kita jaga semuanya, jangan sampai ada sesuatu yang tidak diinginkan,” tegasnya saat ditemui di Ponpes sekaligus rumah tinggalnya di Jl Sidoasih Barat 1 RT 02/RW 06, Purwosari, Laweyan, Solo.

Seperi diketahui, Pilkada merupakan agenda rutin pesta demokrasi lima tahunan. Maka tidak akan dapat dibayangkan jika hanya karena perbedaan pilihan mampu memecah belah persatuan.

Baca Juga :  Bawa Ratusan Botol Vodka, Whiskey dan Anggur Merah, Pemuda Boyolali Ini Diamankan Jajaran Polsek Banjarsari. Pelaku Sempat Hindari Razia, Namun....

“Mudah – mudahan jangan (ada gejolak). Solo kan sudah beberapa kali Pilkada ini sukses terus. Aman tidak ada gejolak apapun. Demikian juga untuk Pilkada berikutnya, tetap kondusif siapapun calonnya, siapapun yang maju kita support bersama,” tukasnya.

Di sisi lain, Gus Karim menegaskan perlunya sikap menghargai antar sesama untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Bahwa kerukunan beragama itu menjadi dibutuhkan. Semua tokoh – tokoh agama bisa menjadi satu meja duduk bersama, ngopi bersama. Insya Allah kerukunan akan terjalin,” tandasnya. Triawati PP