JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Makanan Dipenuhi Semut, Suami di Garut Ini Siram Air Panas, Pukul dan Tendang Istrinya, Habis itu Santai Ngopi Sambil Nonton TV

HE (baju biru), diperiksa unit PPA Satreskrim Polres Garut di Mapolres Garut, Rabu (8/1/2020). Ia menjadi tersangka setelah menyiram istrinya dengan air panas. Tribun Jabar/Firman Wijaksana

GARUT, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang suami di Garut menyiramkan air panas ke punggung istrinya SA (21) lantaran makanannya dipenuhi semut. Tak hanya itu HE juga meluapkan emosinya dengan memukul dan menendang SA.

Saat pemeriksaan di di Mapolres Garut, Rabu (8/1/2020), HE memberi keterangan mengejutkan tentang kejadian yang dilakukannya terhadap sang istri, pekan lalu.

Usai menyiramkan air panas ke punggung istrinya, HE malah asyik meminum kopi.

Ia menyiram istrinya dengan air panas yang diambilnya dari termos.

HE menyiram air panas karena emosi setelah melihat makanan yang disajikan SA dipenuhi semut.

Warga Desa Sagara, Kecamatan Cibalong itu kini jadi tersangka dan mendekam di sel Polres Garut.

“Saya seduh kopi pakai air dari termos itu. Setelah itu saya nonton TV,” ucap HE kepada penyidik unit PPA Satreskrim Polres Garut, Rabu (8/1/2020).

Meski sudah menyiramkan air panas, HE tak lantas pergi dari rumah.

Baca Juga :  Hari Ini Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah 3.207

Istrinya yang kesakitan tak dipedulikan HE.

Ia bahkan memilih menonton televisi ketimbang mengobati istrinya.

Sementara istrinya yang berada di sampingnya, saat itu masih menahan rasa sakit akibat disiram air panas, sambil dikipasin oleh orang tua SA atau mertua HE.

“( Saat itu) Istri di samping saya lagi dikipasin sama mertua. Saya minum kopi sambil nonton,” katanya.

HE kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia dijerat pasal 44 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.

HE diancam hukuman 10 tahun penjara.

Dibawa ke Puskesmas
Tak terima makanannya dipenuhi semut, HE (25), menyiramkan air panas ke punggung istrinya SA (21). HE juga meluapkan emosinya dengan memukul dan menendang SA.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, HE kini sudah diamankan dan mendekam di sel Polres Garut. Istrinya juga sudah mendapat perawatan.

Baca Juga :  Gara-gara Ulah Wakil Ketua DPRD Gelar Panggung Konser Dangdut, Kapolsek Tegal Selatan Dicopot dari Jabatannya

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dialami SA pada Kamis (2/1/2020), di rumahnya Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.

“Pelaku melakukan tindak kekerasan ke istrinya dengan menyiramkan air panas ke bagian punggung. Korban juga dipukul dan ditendang oleh pelaku,” ujar Maradona, Senin (6/1/2020).

Aksi KDRT baru diketahui pada Jumat (3/1/2020). Korban langsung dibawa ke Puskesmas Cibalong untuk mendapatkan perawatan.

“Korban mendapatkan luka melepuh akibat siraman air panas itu. Pelaku HA masih diperiksa terkait kasus KDRT ini,” katanya.

Kekesalan HE bermula saat akan makan bersama dengan istrinya. HE melihat mangkuk berisi sayur dipenuhi semut.

“Lalu HE menegur istrinya itu karena banyak semut di sayurnya tapi teguran HE tak diterima oleh korban. Kemudian keluar kata-kata kasar dari korban,” ucapnya.

Kesal dengan ucapan istrinya, HE mengambil termos berisi air panas. Ia kemudian menyiramkan air panas ke punggung istrinya itu.

www.tribunnews.com