JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pilkada Sragen, Yuni Tegaskan Tak Mungkin Berpasangan Dengan Dedy Dalam Komposisi Seperti Ini!

Bupati Sragen. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati angkat bicara soal spekulasi komposisi kandidat yang berpeluang mendampinginya menuju Pilkada Sragen 2020.

Dari deretan kandidat pendamping yang selama ini beredar, Yuni menyebut yang pasti dan tidak mungkin terjadi adalah ketika dirinya berpasangan dengan Dedy Endriyatno dalam komposisi terbalik.

“Semua kemungkinan bisa terjadi. Yuni-Dedy bisa banget, Yuni-Mukafi barangkali bisa. Ayo sapa lagi, Yuni-Tatag yo iso, Yuni-Giyamto juga bisa, Yuni-Bambang Samekto bisa juga. Bahkan Yuni-Wardoyo, bisa juga kenapa enggak. No problem, Yuni-Said yo iso meneh. Pokoknya semua mungkin, jadi tunggu saja lah. Yang jelas tidak mungkin adalah Dedy-Yuni,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui SMAN 1 Sragen, kemarin.

Yuni yang sudah mendaftar sebagai Cabup di PDIP dan digadang-gadang bakal direkomendasi oleh DPP menyebut bahwa di antara beberapa komposisi Yuni berduet dengan beberapa nama itu, semua kemungkinan masih bisa terjadi.

Namun saat ditanya, komposisi mana yang paling ia pilih, Yuni enggan menyampaikan.

“Di antara Yuni-Yuni itu mana yang saya pilih, yang saya pilih tentu yang terbaik untuk Sragen,” ujarnya sembari tersenyum.

Pernyataan itu terlontar menyikapi pernyataan Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli yang mengklaim sudah ditunjuk DPP mendampinginya di Pilkada Sragen 2020.

Baca Juga :  Rumah Seharian Tertutup, Marmi asal Ngargosari Sragen Ternyata Ditemukan Sudah Tergeletak Tak Bernyawa di Ranjangnya

Yuni yang sudah kembali menjadi kader PDIP, mengaku tak akan mempercayai kabar apa pun kecuali resmi dari DPP PDIP.

Ia juga menyebut bisa jadi apa yang disampaikan Ketua DPC PKB itu hanyalah manuver politik saja.

“Bagi saya pribadi sebagai kader PDI Perjuangan, saya tidak akan mempercayai berita apapun yang keluar dari siapa pun kalau saya tidak mendengar sendiri dari DPP. Bisa saja itu (pernyataan Mukafi) manuver atau apa kita tidak tahu,” katanya.

Sementara, Wakil Bupati, Dedy Endriyatno yang sejak awal digadang-gadang bakal kembali berduet dengan Yuni, menyebut jika pernyataan Mukafi benar, maka ia menilai hal itu justru akan melemahkan elektabilitas Yuni.

“Kalau statemen Mas Mukafi benar demikian, analisa saya justru itu akan melemahkan elektabilitas Mbak Yuni.  Bukan kareba faktor Mas Mukafi, tapi lebih pada penilaian positif masyarakat terhadap jargon Guyub Rukun yang selama diimplementasikan. Bukan sekedar pada tataran konsepsi saja, hal ini tentu tidak lepas dari pengalaman panjang pimpinan daerah Sragen selama ini,” papar kader PKS itu kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga :  Ada Soal Dinilai Berbau Ajaran Komunisme, Dinas Pendidikan Sragen Akhirnya Tarik 11.000 Lebih Buku Modul PPKN SMP dari Siswa. Lembaran Halaman Kontroversial Langsung Diganti

Namun, Dedy yang juga sudah mendaftar sebagai Cawabup ke PDIP, mengatakan dalam dinamika politik, apa yang disampaikan pimpinan PKB Sragen itu hal yang biasa dan wajar.

Meski, dimungkinkan masyarakat akan bertanya-tanya dengan jargon guyub rukun yang selama ini melekat di pasangan Yuni-Dedy.

“Kurang guyub apa sih Yuni-Dedy?” jelasnya.

Meski demikian, ia menyebut masing-masing punya kebebasan membuat pilihan-pilihan politik.

Meski dalam hal ini, lanjutnya, pilihan itu bukan variabel yang bebas karena dalam hal ini mutlak dibutuhkan keputusan politik masing-masing partai politik.

“Dalam hal ini PDIP dan PKB sudah ada pembicaraan dan agreement koalisi, itu pun hak politik mereka,” terangnya.

Dedy juga menyebut terkait kabar statemen pimpinan PKB itu, PKS mungkin akan mengkonfirmasi berita tersebut baik kepada Mbak Yuni maupun PDIP.

Menurutnya, tentu PKS akan mengambil sikap setelah ada kejelasan dari berita informasi itu sendiri. Sebab ia menilai situasi saat ini terlalu banyak isu politik yang liar beredar.

“Maka bijak dalam menyikapi setiap isu dan permasalahan menjadi sebuah kemestian. Ada baiknya semua menahan diri agar dinamika politik yang terjadi tidak membingungkan masyarakat,” tugasnya. Wardoyo