JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Serangkaian Serangan Roket Lagi-lagi Menghantam Kedubes di Irak, Enam Korban Luka

Kendaraan Pasukan Keamanan Irak berbaris di jalan di luar kompleks kedutaan AS di Baghdad, Irak 1 Januari 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejak terbunuhnya Jenderal Qassem Soleimani oleh serangan AS beberapa hari lalu, serangkaian serangan roket lagi-lagi menghantam Zona Hijau di Baghdad, tempat di mana Kedubes AS di Irak dan gedung diplomatik lain berlokasi.

Pernyataan militer Irak dari laporan Al Jazeera, 6 Januari 2020, ada enam roket Katyusha yang menghantam, tiga roket di antaranya jatuh di Distrik Al Jadriya.

Sumber kepolisian mengatakan enam orang terluka dalam serangan ini.

Sementara Reuters melaporkan ada tiga roket Katyusha yang jatuh di Baghdad pada hari Minggu, termasuk dua di dalam zona hijau ibu kota yang berisi gedung-gedung pemerintah dan gedung perwakilan asing.

Saksi mata mengatakan dua roket menghantam kedutaan besar AS di ibu kota Irak beberapa jam setelah duta besar dipanggil atas serangan AS yang menewaskan Qassem Soleimani pada Jumat.

Serangan hari Minggu adalah serangan dua malam berturut-turut yang menghantam Zona Hijau dan yang ke-14 selama dua bulan terakhir yang menjadi target instalasi AS.

Roket ketiga secara bersamaan menghantam sebuah rumah keluarga di luar Zona Hijau di Baghdad, melukai empat orang, menurut sumber medis.

Sebelumnya pada Sabtu, roket dan mortir menghantam dekat kompleks Kedubes AS dan Pangkalan Udara Balad, yang diisi pasukan Amerika. Tidak ada laporan korban tewas atau luka dalam serangan ini, dan roket tidak jatuh ke dalam kedutaan.

“Menurut pasukan keamanan Irak, proyektil mendarat di area perayaan di dalam Zona Hijau,” lapor Al Jazeera.

Kedutaan Besar AS di Baghdad, serta 5.200 tentara Amerika yang ditempatkan di seluruh negara itu, telah menghadapi serentetan serangan roket dalam beberapa bulan terakhir yang diklaim Washington, dilakukan oleh Iran dan sekutunya di Irak.

Ketegangan memuncak pada hari Jumat ketika AS menyerang konvoi Jenderal Qassem Soleimani ketika hendak terbang dari bandara Baghdad, dan para diplomat beserta pasukan AS di seluruh Irak telah bersiap diri untuk serangan roket yang lebih banyak.

www.tempo.co

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19