JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Di Tengah Suasana Pelemahan KPK, Novel Baswedan Terima Anugerah Antikorupsi

Novel Baswedan menghadiri undangan Launching Ceremony Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penghargaan antikorupsi dari Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) akhirnya diberikan kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Melalui penghargaan tersebut, Novel dinilai telah bekerja keras, berani, berdedikasi dan berkomitmen dalam memberantas korupsi.

“Penghargaan ini adalah bentuk dukungan dan penghormatan terhadap semua pihak yang memilih jalan untuk berjuang memberantas korupsi, baik di Malaysia, Indonesia dan di seluruh dunia,” kata Novel dalam keterangan tertulis, Selasa (11/2/2020).

Penghargaan itu  diberikan di Putrajaya Marriot Hotel, Kuala Lumpur, Selasa (11/2/2020). Tahun ini, PIACCF memberikan penghargaan kepada dua orang pegawai lembaga anti-korupsi yakni mendiang Kevin Anthony Morais, penuntut pada Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia, yang terbunuh pada tahun 2015, dan Novel.

Baca Juga :  Mulai Kamis, 22 Oktober, Nikon Resmi Berhenti Beroperasi di Indonesia

Novel mengatakan, penghargaan yang ia terima merupakan sebuah inisiatif yang menegaskan bahwa isu pemberantasan korupsi bukan hanya permasalahan masing-masing negara. Tetapi merupakan masalah bersama masyarakat dunia.

Novel menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Malaysia yang bisa mencapai peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) sebesar enam poin di tahun 2019.

Baca Juga :  Birokrasi Paling Rumit se-Dunia, Jokowi Serukan Reformasi Birokrasi Struktural

“Hal ini merupakan pencapaian yg luar biasa, yang hanya bisa tercapai atas kerja keras dan konsistensi dalam menindak dan mencegah korupsi,” kata dia.

Selain itu, Novel menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Malaysia dalam memberikan perlindungan kepada para petugasnya dalam melaksanakan tugas untuk memberantas korupsi.

Ia berharap Pemerintah Malaysia, dapat menularkan keberhasilan pemberantasan korupsi ini kepada Indonesia.

“Saya juga berharap semoga pegawai KPK, dan para aktifis anti-korupsi di Indonesia terus bersemangat untuk berjuang melawan korupsi, di tengah pelemahan terhadap KPK yang sekarang sedang terjadi,” katanya.

www.tempo.co