loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hampir genap sebulan, namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berhasil menangkap Harun Masiku, caleg PDIP yang menjadi tersangka kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan.

“Kami memang belum ada update yang bisa disampaikan ya,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Ali berkata, tim penyidik masih mencari calon anggota legislatif PDIP di Pemilu 2019 tersebut. KPK, kata dia, meminta masyarakat memberikan informasi bila melihat Harun.

Baca Juga :  Berstatus ODP, 300 Anggota Jamaah Diisolasi di Masjid Tamansari Jakarta Barat

Harun sudah menghilang selama hampir sebulan. Tim penyidik KPK terakhir kali mendeteksi keberadaan Harun di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian dalam operasi tangkap tangan 8 Januari 2020.

Tim gagal menangkap karena diduga ditahan oleh sejumlah anggota kepolisian.

Setelah operasi itu, keberadaan Harun justru makin simpang siur. Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham menyatakan Harun pergi ke Singapura sejak 6 Januari 2020 dan belum kembali ke Indonesia.

Namun, Tempo menemukan sejumlah fakta, termasuk rekaman CCTV yang menunjukan bahwa Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020.

Baca Juga :  Meski Merupakan Kewenangan Pusat, Tegal Mulai Berlakukan Local Lockdown

Beberapa hari setelah laporan itu terbit, Kemenkumham meralat pernyataannya dan mengatakan bahwa Harun telah kembali ke Indonesia.

Kemenkumham menyatakan sistemnya eror. Polemik ini berujung pada pencopotan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie.

www.tempo.co