JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Izin Tata Ruang Rawan Dinegosiasi, Gubernur Ganjar: Biasanya Ada Tata Uangnya, Hati-Hati!

Gubernur Ganjar Pranowo saat menanam pohon di Tawangmangu, Karanganyar. Foto/Wardoyo

IMG 20200212 WA0063
Gubernur Ganjar Pranowo saat menanam pohon di Tawangmangu, Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengingatkan agar pemerintah memperhatikan tata ruang di wilayah Tawangmangu yang saat ini mulai berkembang pesat sebagai salah satu lokasi wisata.

Ia juga mengingatkan para pejabat dan Pemkab tak gegabah merubah tata ruang hanya karena uang.

Hal itu dikatakan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut, usai melakukan penanaman pohon di kawasan bukit Mongkrang, yang berada di Dusun Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Tawangmangu, Rabu (12/02/2020).

“Saat ini, perkembangan pariwisata di Tawangmangu cukup tinggi. Maka bangunan saya minta untuk dikontrol. Jangan terlalu padat, jangan terlalu massif. Ingat, Puncak Bogor jadi pelajaran buat kita. Tawangmangu jangan sampai,” paparnya.

Baca Juga :  Seru, Pilkades Tlobo, Jatiyoso, Winahyu Unggul Tipis Lima Suara. Jumlah Pemilih Hanya 69 Orang Wakili 3.000 Penduduk

Karenanya, ia memandang kendali tata ruang sebagai hal yang penting. Kemudian Amdal dan IMB juga bagian yang penting serta tak boleh diabaikan.

“Biasanya soal tata ruang sering dinegosiasikan karena ada tata uangnya. Hati-hati, ini saya ingatkan,” kata Ganjar Pranowo, Rabu (12/02/2020).

Sementara, terkait dengan permintaan Pemkab Karanganyar untuk mengelola Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang berada di Jecamatan Ngargoyoso, Ganjar menegaskan tidak masalah.

Baca Juga :  Vaksin Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, Warga Diminta Tak Takut. Dinas Sebut Karanganyar Kekurangan Vaksin, Kebutuhan 570.000 Dosis, Baru Diberi 33.238 Dosis

Menurutnya, siapapun yang berkepentingan, baik itu kabupaten, provinsi maupun pusat, diperbolehkan asalkan diimbangi dengan tanggungjawab pengelolaan yang baik.

“Saya sebagai gubernur gampang saja. Siapa yang mau mengelola, harus tanggungjawab. Jangan hanya meminta, tapi tidak dikelola dengan baik, tapi malah justru rusak. Bagi kami gampang kok. Bisa dikerjasamakan, bisa dinegosiasikan, tinggal kita duduk bersama,” ujarnya. Wardoyo