JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kagum Lihat Kegigihan Ibu-Ibu Kelompok Tani KWT di Sragen, Anggota DPRD Jateng Sriyanto Saputro Tergerak Gelontor Ratusan Juta Untuk Stimulan dan Infrastruktur

Anggota DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro saat meninjau usaha budidaya tanaman pangan di KWT Sejahtera, Dukuh Murong, Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Rabu (19/2/2020). Foto/Wardoyo
Anggota DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro saat meninjau usaha budidaya tanaman pangan di KWT Sejahtera, Dukuh Murong, Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Rabu (19/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Anggota DPRD Provinsi Jateng dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro mendorong kelompok-kelompok wanita tani (KWT) untuk terus berkreasi memberdayakan lahan dan pekarangan dengan tanaman bermanfaat.

Sebab, keberadaan KWT dan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di desa-desa diyakini akan menjadi alternatif baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Sriyanto saat menggelar agenda reses atau serap aspirasi dengan ibu-ibu dan anggota KWT dari berbagai kecamatan di Dukuh Murong, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Rabu (19/2/2020) siang.

Di hadapan sekitar 150 perwakilan KWT dari 50 kelompok di Kecamatan Karangmalang, Kedawung dan Ngrampal, Sriyanto mengaku salut dan mengapresiasi kegigihan ibu-ibu KWT di beberapa desa itu. Salah satunya KWT Sejahtera di Murong yang sudah maju dan berprestasi.

“Saya kira ini sangat bagus dan positif. Bagaimana ibu-ibu rumah tangga bisa memanfaatkan lahan dan pekarangan mereka untuk ditanami tanaman produktif dan sayuran. Ini sangat bagus untuk ketahanan pangan,” paparnya di sela meninjau KWT Sejahtera di Murong.

Foto/Wardoyo

Sriyanto kemudian menyempatkan mengecek unit-unit budidaya tanaman yang ada di KWT Sejahtera Murong.

Selain pembibitan dan tanaman sayuran, ia juga sempat meninjau lokasi budidaya lele di KWT Sejahtera yang oleh kelompok itu diberi nama Leprot (Lele Sumber Protein).

Baca Juga :  Buntut Modul PPKN SMP di Sragen Disusupi Soal Diduga Berbau Ajaran Komunisme, Ini 6 Poin Tuntutan dari Aliansi Masyarakat Sragen Anti Komunisme kepada Pemkab!

Menurutnya, keberadaan KWT-KWT itu perlu didukung agar lebih maju dan berkembang. Sebab dari budidaya tanaman di setiap rumah, setidaknya akan bisa menekan pengeluaran keluarga dan mengurangi ketergantungan akan bahan pangan atau impor.

“Di era teknologi sekarang ini, kadang ibu-ibu asyik dengan medsos dan main WA, tapi ibu-ibu KWT di Sragen ini punya kepedulian terhadap kelestarian pangan. Dari hal kecil menanam lewat polibag itu kalau dikembangkan lebih besar maka akan luar biasa hasilnya. Bayangkan kalau setiap ibu rumah tangga menanam dan tidak semua daerah bisa begini, makanya perlu diuri-uri dan ditingkatkan,” terang legislator asal Dapil Jateng VI (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) itu.

Sebagai bentuk apresiasi dan stimulan, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng itu mengaku siap menggelontorkan bantuan untuk pengembangan KWT.

Direncanakan bantuan stimulan yang disiapkan berkisar Rp 100 juta untuk disalurkan ke beberapa KWT yang ada di tiga kecamatan tersebut.

“Melihat kiprah KWT-KWT di sini cukup maju, sebisa mungkin kami bisa memberi bantuan agar bisa berdaya guna. Nanti harapannya mungkin kami bantu Rp 100 juta untuk pengembangan KWT-KWT itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Biadab, Sudah 3 Siswi SMP Jadi Korban Predator Anak Asal Mondokan Sragen. Korban Selalu Diancam Dibunuh, Dibekap dan Dicekik Sebelum Diperkosa di Kuburan Cina

Ia menambahkan selain pemberdayaan KWT, bantuan pengembangan infrastruktur desa juga sudah banyak ia gelontorkan di Sragen.

Foto/Wardoyo

Hal itu sebagai bentuk tanggungjawabnya terhadap masyarakat serta untuk meningkatkan kemajuan desa. Sementara, metode blusukan dan serap aspirasi dengan terjun langsung ke warga, memang menjadi salah satu caranya membangun komunikasi dan berinteraksi dengan konstituennya.

“Sudah banyak kami salurkan di Sragen. Bentuknya lewat Bantuan Keuangan Desa yang diperuntukkan membangun infrastruktur desa. Bervariasi, ada yang Rp 50 juta ada yang Rp 100 juta per desa. Kami berusaha membantu mengakomodasi aspirasi masyarakat,” tandasnya.

Ketua KWT Sejahtera Dukuh Murong, Yayuk Waryantiningsih mengapresiasi kepedulian Sriyanto Saputro dalam membantu pengembangan KWT di wilayahnya.

Ia berharap ke depan KWT yang digawangi ibu-ibu di desanya itu bisa makin maju dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Karena dengan KWT ini, kami minimal semua warga bisa mencukupi kebutuhan sayuran untuk rumah sendiri. Lalu, hasil panenan nanti selebihnya bisa dijual untuk kas KWT,” tukasnya. Wardoyo