JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Monumen Pers Solo, Dulu Terkesan Gelap, Sekarang Lebih Digital dan Modern

Peresmian wajah baru MPN dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Widodo Muktiyo, Jumat (14/2/2020). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Monupen Pers Nasional (MPN) Solo hadir dengan wajah baru lebih modern. Kini, MPN dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan inovasi teknologi yang menarik bagi para pengunjungnya.

Peresmian wajah baru MPN dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Widodo Muktiyo, Jumat (14/2/2020). Widodo Muktiyo menekankan, revitalisasi yang dilakikan MPN dalam rangka menyambut peradaban baru yang menuntut teknologi modern untuk menyebarkan informasi kepada khalayak luas.

“Ini untuk menyambut peradaban baru. MPN seharusnya tidak hanya digunakan sebagai wadah penyimpanan dokumen-dokumen bersejarah saja. Tetapi juga sebagai tempat edukasi bagi masyarakat luas tentang perkembangan dunia pers sejak dahulu kala,” ujarnya.

Baca Juga :  Klaster Ulang Tahun Kembali Sumbang Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Solo, Total Kasus 611

Ditambahkan Kepala MPN, Widodo Hastjaryo, sebelumnya MPN identik dengan ruangan gelap dan serba kuno.

“Sekarang semua akan lebih digital. Setelah lebih dari satu abad, kini sudah waktunya MPN menjadi lebih modern untuk bisa membuat setiap informasi yang berkaitan dengan pers dapat di pahami oleh masyarakat luas. Karena pers di Indonesia merupakan salah satu pilar demokrasi yang sangat penting dalam jalannya suatu pemerintahan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dua Pelaku Penyerangan di Mertodranan Solo Kembali Ditangkap, Salah Satunya Adalah Juru Parkir

Kini setiap bagian dari monumen dibuat lebih digital, artinya memakai medium visual dan audio dalam menjelaskan berbagai sejarah yang berkaitan dengan dunia pers kala itu. Dengan menggunakan teknologi ini akan membuat seluruh informasi tentang pers akan lebih mudah di cerna oleh para pengunjung yang datang.

“Semua tata ruang tampilan sangat edutaiment jadi untuk literasi kepada anak kita yang berkunjung,” tutur Widodo Hastjaryo. Prihatsari