JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Terjatuh Saat Lari Hendak Selamatkan Diri, 2 Penambang Galian C Tewas Mengenaskan Tertimbun Longsoran Tebing yang Mendadak Ambruk

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan tambang terjadi kembali di Lokasi Penambangan Material Galian C di Eks Dusun Ngori, Desa Kemiren, kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Sabtu (22/02/2020) siang.

Kapolsek Srumbung, Iptu Sumino bersama Kanit Reskrim Iptu Maryanto ketika mendatangi lokasi kejadian, mengatakan akibat tebing lokasi penambangan longsor itu, dua korban meninggal dunia.

Dua orang meninggal diidentifikasi bernama Sehono (40) dan Mahmudin, (25), keduanya warga Desa Ngropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo seharinya bekerja sebagai buruh tambang pasir dan batu.

Baca Juga :  Edukasi Protokol Kesehatan, Pegiat Seni di Wonosobo Gelar Pertunjukan Drama

Berdasarkan keterangan teman korban Sitip alias ompong (30) adal Dusun Sepucung, Desa Gadingrejo, Kecamatan Kepil Kab. Wonosobo, ketika mereka bersama dua korban sedang melakukan aktifitas menambang batu dan pasir.

Tiba-tiba tebing dengan ketinggian 10 meter dan panjang 7 meter mengalami longsor.

Mereka bertiga lari untuk menyelamatan diri namun naas kedua temanya justru terjatuh. Keduanya akhirnya tertimbun material longsoran yang terdiri dari tanah pasir dan Batu setebal kurang lebih 1, 5 meter.

Setelah dievakuasi keduanya dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya kedua korban dibawa ke rumah Sakit guna dilakukan visum oleh petugas medis dan Inafis Polres Magelang.

Baca Juga :  Produk Gula Semut Organik Purbalingga Tembus Pasar Eropa

Kedua jenazah kini berada di kamar Flamboyan Rumah Sakit Umum Muntilan, menunggu pengambilan dari pihak keluarga.

“Adanya kejadian ini Kami menghimbau kepada para penambang untuk selalu berhati hati, mengingat kini musim penghujan juga dikarenakan aktifitasnya di bawah tebing maka sangat riskan dengan terjadinya longsor susulan.” pesan Sumino dilansir Tribratanews Polda Jateng. JSnews