loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para pejabat pemerintahan di Afganistan diminta untuk berhenti berpelukan dan jabat tangan guna mencegah penularan virus Corona atau COVID-19.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Afganistan Ahsraf Ghani dalam rapat kabinet yang berlangsung, Kamis (5/3/2020).

Dia mengatakan bahwa virus mengancam keamanan dan pertahanan Afganistan yang rentan selama konflik dengan Taliban, dikutip dari Arab News, 7 Maret 2020.

Sementara Menteri Kesehatan Masyarakat Afganistan Ferozuddin Feroz meminta masyarakat untuk tidak mengambil bagian dalam perayaan publik festival Nowruz (tahun baru Persia) akhir bulan ini.

Ashraf Ghani mengatakan, kampanye melawan virus ini membutuhkan perubahan besar dalam budaya dan sistem pemerintahan Afganistan.

Baca Juga :  Ilmuwan Vaksin Australia Sebut Covid-29 Kemungkinan Sengaja Dibuat, Ini Alasannya

“Persyaratan utama dan jelas pertama adalah untuk mengubah budaya ini dalam pemerintahan dan tolong jangan berjabat tangan dan merangkul…dan ini harus ditanggapi dengan sangat serius,” kata Ghani.

Keluarga Iran mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus corona, saat mereka berdiri di Grand Bazaar di Teheran, Iran 20 Februari 2020.

Presiden Ghani menambahkan bahwa deportasi dalam beberapa pekan terakhir dari sejumlah migran Afganistan dari Iran, tempat mereka tinggal selama beberapa dekade, adalah kekhawatiran bagi pemerintahnya.

Kabul baru-baru ini menutup perbatasannya dengan Iran karena kekhawatiran bahwa sejumlah orang yang kembali dapat terinfeksi dengan virus Corona, dan juga telah menghentikan perjalanan udara dan darat antara Afganistan dan Iran.

Baca Juga :  Terkuak, China Akhirnya Akui Sengaja Simpan Virus Corona. Ada 3 Strain Virus Disimpan di Lab Wuhan, Tudingan Amerika Terbukti!

Beberapa hari yang lalu, Uzbekistan menutup perbatasannya dengan Afganistan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus.

Penutupan penyeberangan perbatasan dengan Iran dan Uzbekistan telah membatasi perdagangan dan impor makanan, gas dan bahan bakar Afganistan.

Ghani mengatakan pihak berwenang perlu fokus pada penyelesaian masalah potensial seperti ketahanan pangan di negara itu setelah adanya pembatasan impor dan ekspor.

Menurut data real-time John Hopkins CSSE yang diperbarui pada 7 Maret 2020 pukul 4.00 pm, hanya ada satu kasus infeksi virus Corona di Afganistan.

Sementara total 102.188 kasus infeksi virus Corona di seluruh dunia dengan total 3.491 kematian dan 57.422 pulih.

www.tempo.co