JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Dugaan Pencabulan Siswi SD di Kamar Mandi Masjid oleh Tokoh Agama di Tanon Sragen, Polisi Dalami Kemungkinan Adanya Korban Lain

Ilustrasi

loading...
Ilustrasi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen melalui Unit PPA masih mendalami kasus dugaan pencabulan siswi SD di salah satu desa di Kecamatan Tanon oleh tokoh agama tetangganya sendiri berinisial TY (60).

Selain mengumpulkan data dan keterangan, polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya korban lain selain siswi kelas IV yang sudah melapor ke polisi beberapa waktu lalu.

“Masih kami dalami dan selidiki. Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim masih mengembangkan penyelidikan,” papar Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (18/3/2020).

AKP Harno menguraikan dari hasil penyelidikan sementara, baru ada satu korban yang melapor ke Polres. Dia adalah siswi yang masih duduk di kelas IV, tetangga terduga pelaku.

“Sementara yang melapor baru satu korban. Penyidik PPA masih mengembangkan penyelidikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Sempat Melawan dan Berkelahi dengan Korban, Pemuda Bertato Pencuri Motor di Plupuh Sragen Sebelum Dimassa Puluhan Warga. Kapolsek Sebut Satu Temannya Masih Diburu!

Menurut AKP Harno, terlapor yang dikenal sebagai salah satu tokoh agama di desanya itu, hingga kini memang belum dilakukan penahanan. Menurutnya kasus itu juga masih harus menunggu hasil gelar perkara terlebih dahulu.

“Kalau hasil visum sudah ada,” kata dia.

Seperti diberitakan, TY dilaporkan oleh orangtua seorang siswi sebut saja, Mawar (10). Siswi kelas IV yang bertubuh bongsor itu mengaku telah dicabuli di kamar mandi masjid di dekat rumah pelaku.

Diduga kuat, aksi pencabulan sudah berlangsung berulangkali sehingga membuat korban akhirnya trauma berat.

Dugaan pencabulan oleh tokoh agama itu mencuat setelah orang tua korban nekat melaporkan kejadian itu ke Polres Sragen.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari sejumlah warga setempat, Senin (16/3/2020), aksi pencabulan sudah berlangsung beberapa waktu.

Aksi bejat pria paruh baya itu dilakukan di kamar mandi masjid. Dari kabar yang berkembang di warga, pelaku mencabuli korban di kamar mandi masjid saat situasi sedang sepi.

Baca Juga :  Tertangkap Penyekatan Jalur di Pungkruk Sragen, Lebih dari 1.155 Kendaraan Pelat Jatim Dipaksa Putar Balik ke Daerah Asal

Selama ini, pelaku diketahui memiliki kios yang menjual makanan anak-anak. Dari situlah, korban sering jajan dan singgah hingga membuat pelaku kemudian memanfaatkannya.

“Korban selama ini tinggal sama neneknya di rumah. Orangtuanya cerai dan ibunya merantau. Warga juga kaget karena selama ini, yang bersangkutan (TY) sebenarnya dikenal aktif dalam kegiatan agama dan tokoh juga. Tahunya ketika neneknya curiga kok korban gak mau lagi ke masjid, setelah didesak akhirnya ngaku kalau trauma nanti digitukan lagi oleh TY. Katanya sering digitukan di kamar mandi sampai alat vitalnya kesakitan tiap buang air kecil,” ujar S, salah satu warga Kalikobok, Senin (16/3/2020). Wardoyo