JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Kembangkan Program Fisioterapi, FIK UMS Studi Banding ke Klinik Fisioterapi Termaju di Thailand

Untuk meningkatkan pengembangan Program Studi Fisioterapi yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dekan FIK UMS, Assoc. Prof. Dr. Mutalazimah, M.Kes bersama rombongan melakukan kunjungan ke Bangkok Thailand. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Untuk meningkatkan pengembangan Program Studi Fisioterapi yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dekan FIK UMS, Assoc. Prof. Dr. Mutalazimah, M.Kes bersama rombongan melakukan kunjungan ke Bangkok Thailand.

Dalam kunjungan tersebut rangka Pinklao Clinic of Physical Therapy MU di Kota Bangkok. “Progam ini adalah bentuk kolaborasi antara FIK UMS, Faculty of Physical Therapy Mahidol University (FPT MU) Thailand dan Dinas Kesehatan Sleman Yogyakarta,” kata Mutalazimah, Kamis (5/3/2020).

Dirinya kesana ditemani oleh Sekretaris Dinkes Sleman dr. Cahya Purnama, M.Kes dan 4 staf Dinkes, serta Ketua Forum Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sleman Toto Suharto, SKM., MKes. dan 13 Kepala Puskesmas di Sleman. Sampai di sana rombongan disambut hangat oleh Deputy of International Affair of PTMU Assist. Profesor Pakaratee Chaiyawat, Ph.D. and Assisten Dean for Health Service, Ms. Sutida Sakunkaruna.

Baca Juga :  Ketahuan Mencuri, Ucok Kabur dan Nyemplung ke Sungai Jenes Solo, Sempat Jadi Bulan-bulanan Warga Sebelum Diamankan

Mutalazimah menambahkan, pihaknya berkolaborasi sekaligus datang langsung ke Thailand ke FPT MU Thailand yang merupakan perguruan tinggi sekaligus pemilik klinik fisioterapi terbesar dan termaju se Thailand. “Sehingga kita perlu belajar kepadanya,” ucap Mutalazimah.

Baca Juga :  Hendak Pesta Sabu, Tiga Pemuda Sukoharjo Dibekuk Aparat Polsek Serengan Solo

Dikatakannya, selama sehari penuh pada Kamis, (27/2/20) kegiatan disana adalah academic sharing mengenai pengelolaan klinik fisioterapi di FPT MU, sekaligus mengunjungi kliniknya bagaimana bisa menjadi klinik fisioterapi terbesar bahkan paling maju di sana.

“Kegiatan seperti ini sangatlah bermanfaat. Melalui kegiatan seperti ini, lanjutnya, kita mempunyai ide-ide baru untuk menginisiasi dan mengembangkan program fisioterapi di tingkat komunitas, sehingga menjadi dasar kebijakan kedepan agar formasi tenaga fisioterapis tidak sekedar bekerja di hospital based (tertiary services), namun juga di community based (primary services),” tukasnya. Prihatsari