JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pasien Positif Corona di Purwokerto Meninggal, Rekan Saat Outbound asal Sukoharjo Sembuh di Solo

Ilustrasi virus corona. pixabay

PURWOKERTO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka, seorang pasien positif corona yang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto meninggal dunia, Selasa (31/3/2020).

Kabar meninggalnya pasien positif corona laki-laki berusia 46 tahun warga Purwokerto Timur tersebut disampaikan oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein, Selasa (31/3/2020).

Ditinjau dari riwayat perjalanannya, seminggu sebelum datang ke RSMS Purwokerto, pasien tersebut baru saja bepergian dari dua tempat yakni Surakarta (Solo) dan Kabupaten Semarang.

“Menginap di sana (Solo), lalu lanjut mengikuti outbound di Ungaran, Kabupaten Semarang,” terang Bupati kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (31/3/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunbanyumas.com, kegiatan yang diikuti pasien di Ungaran Kabupaten Semarang itu dilaksanakan pada Rabu (11/3/2020) dan Kamis (12/3/2020).

Pasca kegiatan pasien datang sendiri ke Instalasi Gawat Darurat RSMS Purwokerto pada Minggu (15/3/2020).

Pasien tersebut mengeluh pusing, nyeri saat menelan, dan bercerita telah melakukan perjalanan ke Solo dan Kabupaten Semarang.

Dari hasil pemeriksaan, pasien tersebut kemudian berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan masuk ke Ruang Isolasi RSMS Purwokerto.

Selang seminggu kemudian atau tepatnya pada Sabtu (21/3/2020), pasien tersebut dinyatakan positif corona, sesuai hasil tes swab yang dikeluarkan Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta.

Sembilan hari sudah pasien tersebut menjalani perawatan intensif di Ruang Isolasi RSMS Purwokerto.

Bupati Banyumas Achmad Husein kemudian memberikan kabar apabila kondisi pasien berusia 46 tahun itu semakin membaik.

“Kondisinya sudah semakin membaik, dimana pasien sudah mau makan, tidak demam.”

“Hanya napas agak sesak, masih batuk akan tetapi tidak berat,” ujar Bupati, Selasa (24/3/2020).

Baca Juga :  UMS Sediakan Dua Lokasi Isolasi Mandiri untuk Dosen dan Karyawan yang Terpapar Covid-19. Rapid Test  Juga Ditingkatkan

Namun pada akhirnya Tuhan berkehendak lain, pasien positif corona tersebut menghembuskan napas terakhir pada Selasa (31/3/2020) di saat masa penyembuhan.

Di sisi lain, Bupati berpesan kepada masyarakat agar selalu mematuhi imbauan pemerintah yaitu belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

“Tolong jangan bandel, jangan merasa paling sehat, paling bersih dan jangan egois.”

“Tolong jaga jarak, sekali lagi jaga jarak minimal 1,8 meter. Sebab siapapun tidak tahu yang sudah tertular.”

“Kerapkalinya, yang tertular justru tidak sebelumnya memiliki gejala sama sekali,” kata Achmad Husein.

Rekan kerja sembuh di Solo

Sementara itu, dari informasi yang didapat Tribunbanyumas.com, rekan satu profesi asal Kabupaten Sukoharjo yang juga dinyatakan sebagai pasien positif corona dinyatakan sembuh.

Pasien yang saat ini masih dirawat di RSUD dr Moewardi Surakarta tersebut diketahui ikut serta pula dalam kegiatan yang digelar di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Hal itu pun diamini oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Gani Suharto pada Senin (23/3/2020).

Seperti dilansir dari TribunSolo.com, satu warganya berjenis kelamin laki-laki diduga terjangkit virus dan positif corona seusai mengikuti outbound bersama rekan seprofesinya.

“Kami dengar dia sempat ikut outbound dengan satu kantornya,” katanya.

Gani memastikan, pasien tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Moewardi Solo.

“Masih dirawat di RSUD Dr Moewardi,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, kasus ini juga menyambung dengan beberapa wilayah lain, mengingat peserta outbound datang dari berbagai wilayah.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini, Dinkes Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan penyelidikan epidemiologi terhadap semua PDP dan terkonfirmasi positif.

Baca Juga :  11 Pedagangnya Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Bagian Timur Ditutup 7 Hari

“Semua orang yang pernah melakukan kontak dengan PDP maupun positif corona akan dilakukan pemantauan kesehatan dan diisolasi mandiri,” terangnya.

Dengan ditemukannya satu orang positif Covid-19 ini, Pemkab Sukoharjo pun langsung menetapkan status KLB.

Terpisah, kabar baik disampaikan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Seluruh pasien positif corona yang dirawat di RS Moewardi dinyatakan sembuh, termasuk warga asal Sukoharjo tersebut.

“Pasien di RSUD Dr Moewardi sembuh semua, jadi sudah nol. Di sana tidak ada yang positif.”

“Jangan sampai ada lagi (yang positif Covid-19),” kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di Balai Kota Surakarta, Selasa (31/3/2020).

Diketahui, warga Kota Surakarta yang dinyatakan positif virus corona ada tiga orang, namun dua di antaranya telah meninggal dunia.

Sedangkan satu pasien warga Mojosongo, Kecamatan Jebres dinyatakan sembuh.

Sementara untuk dua pasien lain yang juga dinyatakan sembuh merupakan warga luar Kota Surakarta.

“Sekarang sudah nol. Positif tidak ada,” tandas Rudy.

Namun untuk warga Kota Surakarta yang saat ini statusnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih terdapat 162 orang.

Secara rinci, yang menjalani rawat inap ada 6 orang dan rawat jalan 156 orang.

Sedangkan warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat 26 orang, dimana dirawat 16 orang, 7 dinyatakan sembuh, dan 3 meninggal dunia.

“Masyarakat saya imbau tidak ada pengucilan (pasien corona).”

“Karena ini bukan aib, namun ini adalah virus yang bisa disembuhkan,” kata Rudy.

www.tribunnews.com