loading...

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Prosentase pemudik yang mengalami gejala panas batuk pilek yang masuk Wonogiri ternyata sangat kecil. Hal ini diketahui ketika dilakukan screening awal di Terminal Tipe A Giri Adipura Krisak Kecamatan Selogiri Wonogiri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri, Teguh Setiyono mengungkapkan, Pemkab bersama pihak terkait melakukan screening terhadap semua penumpang yang masuk di Terminal Giri Adipura. Hal yang sama juga berlaku bagi awak bus.

“Hingga kemarin dari sekitar 21 ribu penumpang, yang terindikasi suhu badan tinggi batuk atau pilek hanya sekitar 40-an orang,” ungkap dia di sela menerima bantuan dana dari DPC PDIP Wonogiri di Mako BPBD setempat, Minggu (29/3/2020).

Baca Juga :  Alhamdulillah, Masjid Agro Nur Syifa Dusun Sinung Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Wonogiri Terima Bantuan Mobil Sosial Double Cabin 4X4. Diserahkan Usai Salat Id Dengan Standar Protokol Pencegahan COVID-19

Bupati di lokasi yang sama menyebutkan angka tersebut terbilang sangat rendah. Terlebih sebagian dari 40-an orang itu adalah kru bus.

“Seperti diketahui kru bus itu misalnya jalan 2 kali PP, badan sudah capek gampang drop,” beber dia.

Namun demikian bukan berarti pihaknya lantas terlena. Semua penumpang baik yang sehat maupun terindikasi panas batuk pilek tetap wajib mengikuti protokol yang telah ditetapkan. Misalnya menerapkan pola stay at home.

Baca Juga :  Fakta Ini yang Terjadi Hingga Ratusan Polisi Berjaga di Mapolres Wonogiri

Disinggung pemudik yang datang menggunakan kendaraan pribadi hingga tidak terpantau di terminal, pria yang akrab dipanggil Jekek itu menyebutkan, tanggungjawab pada pemerintah kecamatan desa hingga RT RW dan masyarakat. Secara gotong royong harus melakukan pendataan warga yang datang. Termasuk data siapa saja yang mengalami gangguan kesehatan.

“Nanti disusun semua untuk 25 kecamatan sehingga diketahui data pasti dan riilnya,” kata dia. Aria