loading...
Foto/Humas Kab

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar, Juliyatmono sangat mengapresiasi keberhasilan Amirudin mahasiswa uang menyelesaikan kuliah S1 FKIP Universitas Tunas Pembangunan (UTP) dengan tanpa malu sambil berjualan sayur keliling.

Semangat dan niat Amirudin lulus ditengah ketidakberdayaan biaya telah membuat orang nomor satu di Karanganyar memberikan kesempatan menjadi guru SDN 3 Wukirsawit.

Amirudin telah menjadi inspirasi bagi kaum milineal di Karanganyar cita-cita tetap bisa diraih.

“Ini satu contoh pemuda yang bagus, spiritnya tinggi dalam meraih cita-cita. Bahkan, cita-cita dicari dengan berjualan sayur mayur di wilayah Kecamatan Jatiyoso. Prestasi bagus itu, saya meminta untuk menjadi guru SDN 3  Wukirsawit di Jatiyoso,” papar Juliyatmono saat menemui Amirudin bersama Kepala Desa Wukirsawit, Sutarmo dan Kepala Sekolah SDN 3 Wukir Sawit, Dwi Nastuti di rumah dinas Bupati Karanganyar.

Baca Juga :  Sejumlah Pengunjung Indomaret Karanganyar Tertangkap Tak Pakai Masker, Satpol PP Langsung Beri Pembinaan. Plt Kadinas Imbau Masyarakat Taati Aturan Sambut Karanganyar New Normal

Bupati menambahkan ilmunya itu biar langsung diperdayakan dan dimanfatkan di SD yang Amirudin pernah sekolah di situ. Ini bisa menjadi contoh anak yang lain untuk terus bersemangat dalam belajar dan meraih cita-cita. Bahkan, sambil bekerja bisa menjadi sarjana.

“Setelah jadi guru, aktivitas berdagangnya tetap diperbolehkan. Asalkan tidak akan menganggu dalam mendidik anak bangsa,” imbuhnya.

Sementara Amirudin merasa senang dan bangga perjuangannya untuk meraih cita-cita diapresiasi Bupati Karanganyar. Pihaknya tetap akan berjualan dengan menyesuaikan jam mengajar di sekolah.

“Saya bisa berdagang di sore hari,” imbuhnya.

Kades Wukir Sawit, Jatiyoso, Sutarmo, sangat terinspirasi dengan keberhasilan Amirudin. Anak buruh tani tani yang luar biasanya semangatnya untuk meraih cita-cita.

Baca Juga :  Tepat Hari Lebaran, Semua Pasien Positif Covid-19 Karanganyar Dinyatakan Sudah Sembuh. Zero Kasus Positif, Tapi Bupati Tetap Sedih..

Bahkan, semua biaya kuliah semua dari keuntungan berjualan sayuran. Sebagai pemimpin yang ada di Wukir Sawit bangga.

“Amirudin benar-benar berdiri dari kaki sendiri. Sejak kecil ditinggal mati ibu kandungnya. Semua diselesaikan sendiri,” ungkap Sutarmo.

Sementara Kepala SDN 3 Wukirsawit, Dwi Nastuti mengatakan selamat atas keberhasilan meraih S1 diatas kaki sendiri. Pihaknya ‘sowan’ pak bupati untuk mengajukan Amirudin menjadi guru di SDN 3 Wukirsawit.

“Kebetulan guru olahraga di SDn 3 Wukir Sawit pindah atau mutasi ke SDN Ngringo 3 Palur. Ini pas karena murid kami berjumlah 77 orang,” ungkapnya. Wardoyo