JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Sempat Dikhawatirkan Jadi Lapindo, Ketinggian Semburan Lumpur di Desa Karanganyar Capai 20 Meter

Fenomena alam berupa lubang menyemburkan material berupa air bercampur lumpur dan batu di Dusun Karangasem, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Grobogan membuat heboh warga.

loading...
Fenomena alam berupa lubang menyemburkan material berupa air bercampur lumpur dan batu di Dusun Karangasem, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Grobogan membuat heboh warga.

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sempat membikin cemas dan geger, fenomena semburan material berupa air bercampur lumpur dan batu pada sebuah lubang di Dusun Karangasem, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Grobogan akhirnya dipastikan berhenti.

Menurut Pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Yatama Centre Kahar Muh Rozi yang ditemui di lokasi sumur bor di Grobogan, pengeboran sumur di areal persawahan yang masih milik Yatama Centre dan lokasinya juga berdekatan dengan panti itu, dikerjakan mulai 26 Februari 2020.

Setelah dipastikan berhenti, material semburan pasir yang keluar dari sumur bor berkedalaman 60 meter dimanfaatkan untuk menguruk lapangan bola voli di desa setempat.

Sebelumnya, material yang memancar dari dalam tanah tersebut berbau dan disertai material batu. Fenomena alam tersebut terjadi di tanah milik Ponpes Yatama, Dusun Karangasem, Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

Munculnya semburan tersebut kali pertama diunggah di media sosial oleh seorang warga. Unggahan tersebut kemudian menjadi viral.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa Unnes Tuntut Keadilan di Tengah Pandemi, Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan saat Aksi

Banyak warga langsung berduyun-duyun menuju lokasinya semburan tersebut. Mereka ingin melihat kejadian yang sebenarnya.

Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Grobogan, Endang Sulistyaningsih, pihaknya menerima laporan dari masyarakat atas kejadian tersebut sekitar pukul 10.05 WIB.

Usai mendapat laporan, pihaknya bersama tim langsung meninjau ke lokasi. Sesampainya di sana, tim BPBD mendapatkan informasi bahwa pengeboran sumur di tanah tersebut sudah dilakukan sejak Rabu (26/2/2020).

“Berdasarkan data di lapangan, Pada hari Jumat (28/2/2020), ketinggian semburan mencapai 3-5 meter. Berlanjut pada Sabtu (29/2/2020), ketinggian mencapai 15-20 meter,” kata Endang kepada wartawan.

Menurut Endang, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi semburan tersebut.

“Kita sudah koordinasi langsung dengan pihak terkait, kemudian lokasi semburan sudah dipasangi garis polisi. Tidak ada korban jiwa akibat semburan lumpur ini,” tuturnya.

Semburan air bercampur lumpur sejak Jumat (28/2/2020) dan berlanjut hingga Sabtu (29/2/2020) menjadi pusat perhatian Bupati Grobogan, Sri Sumarni.

Baca Juga :  Grobogan Menuju New Normal, Bupati Cek Kesiapan Masjid, Gereja dan Pusat Perbelanjaan. Pengunjung Mall Dilarang Masuk Tanpa Masker!

Usai melakukan pelantikan anggota PPK yang diselenggarakan KPU Grobogan, Sri Sumarni bergegas menuju ke lokasi kejadian di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (29/2/2020).

Dalam tinjauannya, Sri Sumarni menjelaskan, Dinas Energi Sumberdaya dan Mineral (ESDM) Propinsi Jawa Tengah dimintah segera melakukan langkah cepat guna penghentian semburan ini.

“Kita minta ESDM bekerja cepat. Jangan sampai nanti semburan membesar seperti kasus di Lapindo,” kata Sri Sumarni.

Dikatakan Sri Sumarni, material yang keluar dari semburan mengeluarkan aroma gas, sehingga dirinya meminta warga menjauh dari lokasi semburan.

“Saya minta warga jangan dekat-dekat demi keamanan. Saya juga sudah langsung memerintahkan kepala DLH untuk koordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jateng supaya segera ditangani, khawatir jadi kayak lapindo tapi semoga tidak,” tambahnya. Satria Utama