JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

14 Hari Jalani Isolasi Mandiri, 124 Warga Sragen Berstatus ODP Corona Diberi Jatah Hidup Sembako Rp 150.000 Perhari

Penyerahan bantuan jadup di Kecamatan Plupuh, Sabtu (4/4/2020). Foto/Wardoyo
Penyerahan bantuan jadup di Kecamatan Plupuh, Sabtu (4/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 124 warga Sragen yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) terkait corona virus, mendapat bantuan jatah hidup (jadup) dari Pemkab.

Mereka mendapat bantuan jadup karena harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Bantuan jadup itu diserahkan kepada para ODP sejak beberapa hari lalu setiap hari.

“Sampai hari ini tadi, total ada 124 warga berstatus ODP yang sudah diberi jadup oleh Pemkab,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (4/4/2020).

Ia menguraikan jadup itu diberikan sebagai kompensasi karena warga ODP itu tidak diperkenankan beraktivitas dan keluar selama 14 hari berturut-turut.

Bantuan jadup akan dihentikan setelah mereka lepas dari 14 hari masa karantina mandiri tanpa gejala mengarah covid-19.

Baca Juga :  Ketua KPU Positif Covid-19: Kantor KPU Bakal Disterilisasi, Para Pegawai Bekerja dari Rumah hingga Selasa

“Untuk sementara, anggaran jadup diambilkan dari dana CSR yang ada. Penyerahan setiap hari sesuai jumlah ODP yang terdata,” terangnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menggelar konferensi pers terkait situasi covid-19 di Sragen, Jumat (3/4/2020) siang menjelaskan ada juga ODP yang menolak bantuan jadup karena merasa sudah mampu dan tidak layak menerima.

ODP tersebut justru meminta agar jadup jatahnya diberikan ke yang lain dan lebih membutuhkan.

“Dia bilang saya sudah mampu tidak perlu. Dia bilang agar diberikan ke lain yang lebih emmbtuhkan. Kami sangat apresiasi,” kata Yuni.

Baca Juga :  Tak Hanya ke Kejaksaan, Kepala DPUPR Sragen Juga Dilaporkan ke Polda Jateng. Terkait Indikasi Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan di 5 Proyek Bernilai Miliaran

Ia kemudian menjelaskan Pemkab memang memberikan jadup bagi para ODP yang harus menjalani karantina mandiri.

Jadup itu berupa beras, telur, minyak goreng, gula dan mi instan senilai sekitar Rp 150.000. Jadup itu diberikan untuk kebutuhan mereka selama 14 hari karena harus menanggalkan semua aktivitas dan isolasi di rumah.

Mereka juga diberikan termometer digital agar bisa mengecek suhu tubuhnya setiap saat. Dana untuk jadup diambilkan dari dana Matra yang disisihkan oleh PNS di UPTPK.

“Kemarin kami juga diberikan 45 rapid test kit dari pengusaha di Doyong, Miri. Lalu dari Perpadi mbangtu beras. Mudah-mudahan dengan sinergi bersama ini, corona segera pergi dari Indonesia,” tandasnya. Wardoyo