JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Awas, Puncak Wabah Corona di Jateng Diprediksi Masih Bulan Mei-Juni Nanti. Kepala DKK Pastikan APD Aman, Persiapan Penanganan dan Logistik Sampai September

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  – DKK Jateng memprediksi pandemi corona di wilayah Jateng akan mencapai puncaknya pada Mei-Juni ini .

Alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19 di Jateng, saat ini dipastikan masih tersedia. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo dalam keterangan persnya, Jumat (17/4/2020).

“Ketersediaan APD kita saat ini masih mencukupi. Memang sampai berapa lama itu tergantung berapa banyak kasus yang kita tangani di kemudian hari ini,” ujar Yulianto.

Menurutnya, penggunaan APD tersebut bukan hanya bagi tenaga medis di rumah sakit, melainkan semua tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan terkait Covid-19. Seperti di puskesmas, Dinas Kesehatan, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga :  Bawaslu Jateng Minta Semua Elemen Taat Protokol Kesehatan Selama Rangkaian Pilkada

“Iya, seluruh tenaga medis harus menerapkan prosedur pelindung diri. Bukan hanya rumah sakit, puskesmas, juga Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Tentu disesuaikan dengan tingkat pelayanan. Artinya mereka yang melayani langsung pasien positif berbeda dengan di puskesmas,” terang dia.

Pandemi Covid-19, papar Yulianto, diperkirakan akan mengalami puncaknya pada Mei-Juni mendatang. Namun, untuk mengantisipasi kondisi terburuk, persiapan penanganan termasuk logistik dilakukan untuk kebutuhan hingga September 2020.

“Beberapa asumsi dari para ahli memperkirakan pandemi di Jateng puncaknya Mei-Juni. Ya, semoga bulan-bulan ini menurun. Namun, kita mempersiapkan segala sesuatu merespon pandemi di Jateng, kita siapkan sampai September. Seperti logistik dan kebutuhan lainnya,” jelas Yulianto.

Baca Juga :  Jatingaleh, Kali Pancur dan Sejarah Perjalanan Sunan Kalijaga

Selain itu, meski pemerintah saat ini fokus menangani pandemi Covid-19, dipastikan pelayanan kesehatan lainnya tidak terkendala.

“Kita memang fokus penanganan Covid-19, tapi kita memastikan pelayanan kesehatan yang lain tetap dilayani dengan baik. Kita juga mengawasi endemis yang lain, seperti TBC, HIV/ AIDS, demam berdarah, dan lainnya. Jangan sampai Covid-19 tertangani malah penyakit yang lain muncul,” lanjutnya.

Yulianto menambahkan, sampai saat ini pemerintah terus berupaya menangani dan mencegah penyebaran virus Corona.

“Jadi, kita minta masyarakat bisa terlibat dengan mengikuti program pemerintah. Cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, pakai masker,” pungkasnya. Edward