JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Jenazah Perempuan PDP Corona asal Losari Dimakamkan di Tanah Pribadi Orangtuanya. Pemakaman Dijaga Ketat 20 Polisi

Ilustrasi Pemakaman jenazah PDP Corona. Foto/Humas Polda Jateng

loading...
Pemakaman jenazah PDP Corona. Foto/Humas Polda

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Purbalingga menerjunkan personel gabungan untuk mengamankan pemakaman pasien dalam pantauan (PDP) Corona di Desa Losari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (4/4/2020). Pengamanan melibatkan personel dari Satsabhara dan Polsek Rembang.

Kapolsek Rembang AKP Sunarto menjelaskan, hari ini ada pasien dalam pantauan (PDP) asal Kecamatan Rembang yang meninggal dunia di rumah sakit. Pasien tersebut akan dimakamkan di Desa Losari, Kecamatan Rembang.

“Walaupun tidak ada penolakan dari warga namun kita tetap siagakan personel pengamanan. Hal itu dilakukan untuk menjamin prosesi pemakaman pasien dalam pantauan berjalan aman dan lancar,” kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, untuk mengamankan kegiatan kita terjunkan sekitar 20 personel gabungan.

Petugas pengamanan berasal dari Satsabhara Polres Purbalingga dan Polsek Rembang. Sebagian mengamankan lokasi dan sebagian kita siagakan di mapolsek.

Camat Rembang, Revon Hapriandiat mengatakan, pasien meninggal asal rembang berjenis kelamin perempuan berinisial WI (22) warga Dusun Pasedahan, Desa Losari, Kecamatan Rembang.

Baca Juga :  Bikin Geregetan, Polisi Buru Pemotor Pakai Bronjong Pelaku Tabrak Lari Yang Celakai 2 Pemotor Scoopy di Jalan S Parman Pekalongan

Sebelum meninggal, yang bersangkutan mengalami sakit dan dirawat di rumah kakaknya di Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang selama tiga minggu.

“Namun karena kondisi pasien semakin memburuk, akhirnya dilarikan ke RS Siaga Medika Purbalingga pada Jumat, 3 April lalu,” katanya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Revon menambahkan, sebelum pemakaman, Forkompincam dan pihak desa terlebih dahulu berkomunikasi dengan warga desa setempat.

“Alhamdulillah semua warga menerima, tidak ada penolakan. Apa lagi jenazah dimakamkan di tanah pribadi milik orang tuanya,” urainya.

Pemakaman dilakukan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Purbalingga dan relawan. Mereka menggunakan alat pelindung diri (APD).

Pemakaman berjalan lancar tanpa kendala apa pun. Pemkaman disaksikan oleh unsur Forkompincam dan perangkat desa setempat.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pemakaman jenazah. Kepada masyarakat, saya sampaikan, jenazah yang terinveksi virus Korona itu sudah aman karena sudah dilakukan penanganan sesuai SOP,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gelombang Covid-19 Kembali Menggema di Semarang, 3 Pasar Tradisional Ditutup Sementara

Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit, yang bersangkutan memiliki keluhan sesak nafas, batuk, nyeri pada ulu hati, mual, muntah, sariawan, pendengaran berkurang, mencret dan berat badan menurun.

Dari sejumlah keluhan itu, pihak rumah sakit akhirnya menetapkan pasien sebagai PDP Covid-19 alias Corona.

Pihak rumah sakit juga melakukan pengecekan SWAB terhadap pasien dan sampelnya dikirim ke laboratorium kesehatan di Yogyakarta.

Namun hasil pengecekan SWAB dari Yogyakarta belum keluar, pasien terlebih dulu meninggal tadi pagi sekitar pukul 03.30 WIB.

Karena sesuai standar operasional dan prosedur (SOP), penanganan pemakaman pasien tersebut harus seperti terhadap pasien positif Corona. Jenazah disemprot cairan sterilisasi, dibungkus plastik dan dimasukkan dalam peti jenazah. JSnews