JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PDP Corona Yang Meninggal Asal Mondokan Sragen Diketahui Menjabat Sebagai Ketua RT. Punya Toko Kelontong dan Sering Kulakan Sragen-Purwodadi, PDP Asal Kedawung Dinyatakan Negatif Covid-19

Tim dari RSUD Sragen saat melakukan pemakaman jenazah PDP Corona asal Celep Kedawung. Foto/Wardoyo

IMG 20200425 193436
Tim dari RSUD Sragen saat melakukan pemakaman jenazah PDP Corona asal Celep Kedawung. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasien dalam pengawasan (PDP) corona asal Mondokan, Sragen yang meninggal dunia pada Sabtu (25/4/2020) kemarin diketahui menjabat sebagai Ketua RT.

Almarhum diketahui berprofesi sebagai pemilik kios toko kelontong yang sering kulakan ke Sragen dan Purwodadi.

Fakta itu diungkapkan Kades Gemantar, Mondokan, Suradi, kemarin. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan almarhum berusia sekitar 50 tahun lebih dan menjabat Ketua RT di wilayahnya.

“Beliau sehari-hari pekerjaannya toko kelontong. Riwayatnya sering kulakan
Sragen dan Purwodadi. Almarhum juga Ketua RT Mas,” paparnya.

Baca Juga :  Kalau Mau Tahu Jumlah Kasus Aktif COVID-19 di Sukoharjo Saat ini, Simak Data Lengkapnya Sampai Sebarannya ke Tingkat Kecamatan

Suradi menyampaikan informasi yang ia terima dari bidan desa, hasil tes terhadap almarhum dinyatakan negatif covid-19.

“Kebetulan beliau ini punya riwayat penyakit diabetes, sesak nafas dan paru-paru,” ulas Suradi.

Pasien berinisial W itu meninggal di RSUD Sragen dan dimakamkan pukul 11.00 WIB dengan protokol covid-19. Petugas pemakaman langsung dari RSUD dengan mengenakan pakaian APD lengkap.

Baca Juga :  Blak-blakan, Pembunuh Sartikawati Mengaku Ciu yang Ditenggak Sama Korban Dibeli dari Wilayah Karang Tanjung!

Terpisah, Camat Kedawung, Nugroho Dwi Wibowo menyampaikan hasil tes swab PDP corona asal Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen berinisial S (70) yang meninggal dunia beberapa hari lalu, dinyatakan negatif covid-19.

“Hasil swabnya sudah keluar dan negatif covid-19,” terangnya.

Kakek itu meninggal pada pukul 16.00 WIB di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Almarhum kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pukul 23.00 WIB dengan penanganan protokol covid-19. Wardoyo