JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Pelaku UMKM Optimis RUU Cipta Kerja Bisa Bawa Dampak Positif Bagi Kemajuan Sektor UMKM

Wagub Jateng melihat salah satu produk UMKM. Jsnews/Aris Arianto
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi salah satu produk UMKM. Jsnews/Aris Arianto

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaku UMKM Yuszak M Yahya mengaku optimis RUU Cipta Kerja bisa membawa dampak positif bagi sektor UMKM. Yuzak menilai RUU Cipta Kerja ini memiliki tujuan agar UMKM bisa bersaing dengan industry-industri besar.

“Tujuan kan kalau saya lihat semangatnya RUU Cipta Kerja klaster UMKM itu agar UMKM itu bisa bersaing dengan industry besar. Jadi betul-betul harus dibedain jadi kita betul-betul bisa bersaing. Jadi Pemerintah memberikan stimulus, satu kelonggaran buat UMKM agar supaya bisa beroperasi. Jadi saya pikir bagus. Artinya nanti program nyatanya apa itu yang masih kita tunggu,” kata Yuzak dalam diskusi virtual Jaringan Bonus Demografi bertajuk Trik Menyelamatkan UMKM Saat Pandemi Covid-19, Rabu (29/4/2020).

Diskusi virtual juga mendatangkan pakar UMKM, Budi Satria Isman.

Yuszak yang juga CEO Serasa Food ini mengatakan ada beberapa poin yang dibutuhkan UMKM yang ada di RUU Cipta Kerja. Pertama yaitu kemudahan perizinan.

Baca Juga :  Softex Luncurkan Popok Super Nyaman dan Anti Bocor bagi Lansia Penderita Inkontinensia Urine

Yuszak mengaku selama ini UMKM mengalami kesulitan dalam mengurus perizinan.

“Jadi memang dasar pemikirannya begini dulu, UMKM ini berbeda dengan perusahaan besar. UMKM ini sulit jika harus punya izini dulu baru beroperasi. UMKM in gak bisa beroperasi. UMKM ini harus dibuat suatu kelonggaran dalam hal sisi perizinan. Perizinan ini apa saja sik mencakup soal izin edar produk agar bisa dijual, soal badan hukum, pengurusan legal, pengurusan amdal, karena kalo UMKM ini misalkan produksi pasti produksinya bukan di pabrik kawasan industri. Dia produksi pasti ada di pemukiman. Lalu bagaimana perizinan amdalnya itu bisa keluar tanpa tidak mengesampingkan SOP masalah higenies, masalah dampak lingkungan, dan sebagainya,” ujar Yuszak.

Kedua dari sisi permodalan. Menurut Yuszak permodalan menjadi isu tersendiri bagi UMKM. UMKM bisa maju jika diberi support permodadlan.

“Saya lihat sih sudah cukup positif ya RUU nya. Tinggal bagaimana eksekusinya. Jadi memang permodalan menjadi isu buat UMKM. Karena buat maju UMKM ini ya perlu disupport. Tinggal nanti stimulus ekonominya di RUU tersebut seperti apa untuk support UMKM dari sisi pendanaan. Jadi saya pikir RUU yang saya baca itu sudah bagus tinggal bagaimana implementasinya,” kata Yuszak.

Baca Juga :  2 Hari Ini Antrean Panjang Terlihat di Kantor Dinkop Solo, Abaikan Social Distancing, Ada Apa?

Yuszak menambahkan para pelaku UMKM menyambut baik RUU Cipta Kerja. Yuzak pun mendukung pembahasan klaster UMKM didahulukan dalam pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR RI.

“Saya pikir dari sisi ekonomi itu kalau bicara ekonomi Indonesia setengahnya ini hidup dari UMKM. PDB kita 60% dari UMKM. Tenaga kerja kita 97% terserap di UMKM. Jadi saya pikir UMKM ini memang harus didahulukan. Apalagi situasi wabah kayak gini. Jadi 1998 itu UMKM kan menyelamatkan krisis. Nah sekarang di covid-19 in UMKM juga terdampak krisis. Kalau tidak segera diselamatkan, UMKM ini bisa menyumbang PHK terbesar dari UMKM. Jadi emang harus didahulukan,” tutupnya. Prihatsari