JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Update Terbaru Corona Jateng, 35 Orang Meninggal Dunia, 200 Kasus Positif;23.074 ODP dan 667 PDP Dirawat

Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah masih menunjukkan tren meningkat. Sejauh ini, sebanyak 35 pasien positif dinyatakan meninggal dunia.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Selasa (14/4/2020) malam pukul 20.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 200 orang.

Dari jumlah itu 133 orang masih dirawat, 32 orang dinyatakan sembuh dan 35 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian jumlah ODP tercatat meroket mencapai 23.074 naik. Pun jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat tercatat masih sebanyak 667 orang hari ini.

Dalam website tersebut, juga dipaparkan
ada 35 korban Meninggal positif Covid-19 di Jateng sampai hingga hari ini.

Baca Juga :  Tahapan Coklit Pilkada Kota Semarang Fokus Kedepankan Protokol Kesehatan

Mereka masing-masing 7 pasien meninggal di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 4 di RSUD Dr. Moewardi Solo, 4 di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 di RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, 2 di RSUD Tidar Kota Magelang, dan 2 RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap update data itu tidak membuat masyarakat panik. Sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

Baca Juga :  15 Alap-alap Motor di Klaten Dilumpuhkan Polisi. Total 40 Motor Hasil Kejahatan Diamankan, Begini Wajah-Wajah Pelakunya!

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. Edward