JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Update Terbaru Corona Jateng Makin Mengganas, 10 Pasien Positif Kembali Meninggal. Total 32 Meninggal, 177 Positif, 20.404 ODP, 579 PDP Dirawat

Ilustrasi pemakaman PDP Corona asal Sragen di TPU Manding, Sragen, Rabu (1/4/2020). Foto/Istimewa
Ilustrasi pemakaman PDP Corona asal Sragen di TPU Manding, Sragen, Rabu (1/4/2020). Foto/Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah terus menunjukkan tren ancaman. Sebanyak 10 pasien positif kembali meninggal dunia selama satu hari.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Sabtu (11/4/2020) malam pukul 20.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 177 orang.

Dari jumlah itu 117 orang masih dirawat, 18 orang dinyatakan sembuh dan 32 pasien dinyatakan meninggal dunia. Selama sehari tadi, total ada tambahan 10 pasien positif yang dilaporkan kembali gagal terselamatkan.

Jumlah korban meninggal itu naik separuh dari sehari sebelumnya yang tercatat baru 22 orang.

Kemudian jumlah ODP tercatat meroket melampaui 20.000 atau tepatnya 20.404 orang dari 19.947 orang pada hari Jumat (10/4/2020).

Pun jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat juga melonjak 36 orang dari 543 orang menjadi 579 orang hari ini.

Baca Juga :  Tambah 3 Lagi Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Mencapai 368. Dua Pasien Terlacak Perjalanan dari Solo dan Boyolali, Satunya Remaja Usia 14 Tahun

Dalam website tersebut, juga dipaparkan
ada 32 korban Meninggal positif Covid-19 di Jateng sampai hingga hari ini.

Mereka masing-masing 7 pasien meninggal di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 4 di RSUD Dr. Moewardi Solo, 4 di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 di RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, 2 di RSUD Tidar Kota Magelang, dan 2 RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap update data itu tidak membuat masyarakat panik. Sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

Baca Juga :  Bandar Sabu dan Esktasi Ditangkap dengan BB 9,1 Gram di Depan Lapas Kedungpane Semarang. Kapolda Sebut Selamatkan 9.100 Warga Jateng dari Bahaya Narkoba

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. Edward