JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

YLKI Tolak Ide Anies yang Akan Izinkan Ojek Online Bawa Penumpang

Ilustrasi pengemudi ojek online. Foto: tempo.co





JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menolak gagasan Gubernur DKI Jakarta yang berencana membebaskan driver ojek online untuk menarik penumpang di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ia meminta pemerintah serius mendukung PSBB di DKI Jakarta yang berlaku efektif mulai Jumat (10/4/2020).

Pada masa PSBB, menurut Tulus, sebaiknya pemerintah tidak mengabulkan ide-ide yang kontraproduktif dengan kebijakan, seperti pengecualian terhadap angkutan ojek online.

“Jangan ada ide aneh-aneh, dan nyeleneh, termasuk ide Gubernur DKI Jakarta agar ojek online boleh mengangkut penumpang,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2020).

Ia menilai rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut kontraproduktif.

“Bertentangan secara diameteral dengan protokol kesehatan physical distancing,” katanya 

Tulus lantas mendorong pemerintah melalui Kementerian Kesehatan segera menolak usulan tersebut.

Adapun untuk menekan dampak PSBB terhadap pengemudi ojek online, Tulus meminta pihak aplikator melakukan relaksasi dengan menurunkan potongan kompensasi yang selama ini 20 persen menjadi 10-15 persen.

Seumpama PSBB dinilai belum efektif menekan dampak persebaran virus corona, Tulus meminta pemerintah memperluas kebijakan untuk kota-kota di luar Jakarta. Di antaranya Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Presiden Jokowi juga jangan ragu untuk menerapkan karantina wilayah, bahkan karantina rumah, sebagaimana mandat undang-undang tentang karantina kesehatan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Tulus mengatakan YLKI mendorong pemerintah mengawasi dengan saksama jangkauan pemberian insentif terhadap kelompok miskin dan rentan. Hal ini dilakukan supaya pemberian bantuan sosial tepat sasaran.

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menyetujui penerapan PSBB untuk Jakarta sebagai wilayah zona merah penyebaran virus Corona.

Dengan demikian, PSBB akan mulai efektif pada 10 April nanti. Dalam masa PSBB, pemerintah berhak membatasi mobilisasi warga, termasuk dengan angkutan umum dan angkutan khusus seperti ojek online.

www.tempo.co

Baca Juga :  Mutilasi di Kresek dalam Koper, Polisi Kantongi Identitas Pelaku