JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Di Era New Normal, Masuk Mal Maksimal 3 Jam Jumlah Pengunjung Dibatasi

Ilustrasi new normal. Pixabay/iXimus
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam kehidupan new normal nanti, masyarakat yang berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal harus rela antre dan waktunya dibatasi hanya tiga jam.

Demikian dikatakan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto. Dia mengatakan pembukaan kembali mal dan pusat perbelanjaan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pihaknya telah menyiapkan standar operasi prosedur (SOP) yang harus diterapkan oleh para pengunjung dan pengelola mal.

“Ya, tetap bulan Juni ini pasti,” kata Agus di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Agus mencontohkan salah satu SOP pengoperasian mal saat New Normal. Misalnya mal itu ramai, kata dia, maka akan dibatasi pengunjung dengan sistem giliran masuk ke dalam mal selama tiga jam.

Baca Juga :  Ketahuan Cuma Modus, Jelang Pilkada Angka Kemiskinan Melonjak, usai Pilkada Turun Lagi

Menurut Agus, untuk pembukaan mal, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurutnya, mereka yang berhak memberikan izin kembali pengoperasian mal dengan rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Secara keseluruhan, pihaknya telah menyiapkan beberapa fase pembukaan sektor perdagangan pada era New Normal  atau kenormalan baru.

Tak hanya mal, Kementerian Perdagangan menyiapkan SOP pengoperasian bagi toko swalayan, pasar tradisional, toko alat kesehatan (alkes), serta kawasan hiburan dan pariwisata.

Baca Juga :  Ahok Lelang 19 Baju Batik yang Pernah Dipakai saat Sidang Kasus Penistaan Agama, Baju Pertama Sudah Ditawar Rp 100 Juta

Untuk fase pertama, kata Agus, nantinya akan lebih dikhususkan bagi pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Jika telah dibuka kembali, menurut Agus,  harus ada penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kemudian setiap pekan, Kementerian Perdagangan akan mengevaluasi mengenai dampak dan manfaatnya.

“Jadi fase pertama akan (dibuka) mulai satu pekan  di awal minggu pertama Juni,” ujarnya.

Agus mengatakan, semua itu bisa disesuaikan. Pihaknya akan terus mengkomunikasikan dengan beberapa Pemerintah Daerah, serta bekerja sama dengan lembaga terkait.

www.tempo.co