JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Covid-19 Meningkat, Jangan Lupakan Ancaman Banjir. Danrem Surakarta Langsung Gelar Gladi Posko Penanggulangan Bencana di Sragen

Danrem saat membuka gladi posko di Kodim Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Danrem saat membuka gladi posko di Kodim Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengan pandemi corona atau covid-19, cuaca ekstrim dan bahaya bencana utamanya banjir juga mengancam.

Potensi itu langsung disikapi jajaran TNI dengan menggelar gladi posko penanggulangan bencana, Senin (4/5/2020).

Di Sragen, jajaran Kodim 0725/Sragen menggelar latihan gladi posko I tahun 2020 dengan mengusung tema, ”Kodim 0725/Srg melaksanakan operasi bantuan kepada pemerintah daerah diwilayahnya dalam rangka membantu penanggulangan terjadinya bencana alam banjir”.

Gladi posko yang digelar selama tiga hari dari tanggal 04 hingga 06 Mei 2020 itu sebagai upaya untuk menyiapkan kekuatan TNI dalam sebuah proses penanganan bencana alam terutama banjir.

Pembukaan latihan dibuka oleh Komandan Korem 074/Wrt Brigjen TNI Rafael Granada baay dihadiri oleh Para Dandim se-Surakarta dan melibatkan BPBD Sragen, Tagana Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten.

Danrem yang juga Komandan Latihan Gladi Posko Latihan Posko I Kodim 0725/Sragen dalam amanatnya mengatakan kegiatan gladi itu merupakan program kerja Korem 074/Warastratama TA 2020.

Baca Juga :  Sragen Masih Zona Kuning Covid-19, Hari Pertama Masuk Sekolah Hanya Berlaku Untuk Siswa Baru Saja. Jumlah Siswa Dibatasi, Sebelum Masuk Diperiksa Ketat

Khususnya di bidang latihan guna menguji kinerja serta kemampuan komandan dan staf dalam menjalankan teknik, prosedur dan tata kerja yang berlaku untuk merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan serta mengendalikan suatu operasi di satuan.

Baik dalam rangka Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Kegiatan Latihan Posko-I yang dilaksanakan saat ini memiliki nilai strategis untuk meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf Kodim 0725/Srg dalam pengambilan keputusan taktis guna menghadapi tugas-tugas kewilayahan. Terutama dalam memberikan bantuan kepada Pemda untuk mengatasi penanggulangan bencana alam yang terjadi di wilayahnya sesuai dengan UU RI No. 24 Tahun 2007 pasal 5 dan 6 tentang penanggulangan bencana alam,” papar Danrem.

Danrem berharap latihan posko tersebut dilaksanakan dengan serius, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

Diharapkan, setelah mengikuti latihan posko ini setiap peserta memiliki kemampuan dan kepekaan yang lebih terhadap setiap jenis bencana yang terjadi di wilayah.

Lalu mampu menganalisa dan mengantisipasi ke depan untuk menentukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap potensi ancaman yang dapat terjadi.

Baca Juga :  Resah Suami dan Anak-anak Jadi Lupa Daratan, Ratusan Emak-emak Pengajian di Gawan Sragen Nekat Geruduk Markas Judi Dingdong dan Warung Miras. Pemilik Warung Tak Berkutik

“Serta mampu mengoperasionalkan  Protap yang sudah ada,” tukasnya.

Dandim 0725/Srg, Letkol Kav Luluk Setyanto mengatakan bahwa gladi posko dilakukan untuk meningkatkan hubungan komandan dan staf dalam merencanakan operasi.

Kemudian melaksanakan olah yudha, menyelenggarakan komando pengendalian operasi serta menyelenggarakan implementasi prosedur dan tata kerja yang berlaku di suatu pos komando.

Menurutnya, dengan kegiatan yang dipusatkan di Makodim 0725/Srg, gladi posko itu diharapkan mampu memantapkan tugas-tugas yang didapatkan kemampuan yang memadai khususnya dalam menanggapi, menangani dan menyelesaikan suatu permasalahan dengan cepat dan tepat.

Sehingga tidak berkembang menjadi kerawanan yang mempengaruhi stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan di daerah.

“Penyelenggaraan latihan gladi posko ini tetap mengutamakan prosedur covid-19. Yakni sebelum dan sesudah tempat  latihan digunakan disemprot disinfektan dahulu, menjaga jarak perorangan. Selain itu juga peserta latihan dicek suhu tubuhnya setiap hari dan tak lupa wajib memakai masker,” pungkas Dandim. Wardoyo