JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

OTT KPK di UNJ, Setelah Dilimpahkan, 7 Terperiksa Dipulangkan

Rektor Universitas Negeri Jakarta, Dr. Komarudin / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah kasus OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr Komaruddin dilimpahkan ke polisi, sebanyak 7 terperiksa dipulangkan.

Terkait dengan hal itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah memulangkan tujuh orang terperiksa dalam kasus tersebut.

“Meski telah dipulangkan, namun mereka dikenakan status wajib lapor,” ujar Direktur Reserse Krimsus Polda, Komisaris Besar Roma Hutajulu saat konferensi pers lewat Instagram, Sabtu (23/5/2020).

Dijelaskan, ke tujuh terperiksa yang dipulangkan adalah Kepala Bagian Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor, Rektor UNJ, Dr Komarudin, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ, Sofia Hartati, Kepala Biro SDM Kemendikbud, Diah Ismayanti, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud, Tatik Supartiah serta dua staf SDM Kemendikbud, Parjono dan Dinar Suliya.

Baca Juga :  Puluhan Pegawainya Mundur, KPK Masih Menganggap Hal Wajar

Walau telah dipulangkan, menurut Kombes Roma Hutajulu, penyidikan kasus tersebut tetap berlanjut. Pihaknya diklaim bakal mendalami konstruksi kasus tersebut.

“Kami butuh keterangan saksi untuk membangun konstruksi peristiwanya,” kata Roma.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus itu bermula saat Rektor UNJ, Dr Komarudin diduga meminta dekan fakultas dan lembaga lain di universitasnya mengumpulkan uang THR masing-masing Rp 5 juta melalui Kepala Bagian Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor pada 13 Mei 2020.

THR itu rencananya diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

Selanjutnya, 19 Mei 2020 terkumpul uang Rp 55 juta dari 8 Fakultas, 2 Lembaga Penelitian dan Pascasarjana. Keesokan harinya, Dwi Achmad Noor membawa uang Rp 37 juta ke kantor Kemendikbud.

Baca Juga :  Pelaku Vandalisme Musala Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka Penodaan Agama. Polisi Sebut Motif Pelaku karena Tidak Suka dengan Islam dan Khilafah

Dia menyerahkan uang tersebut kepada Kepala Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 2,5 juta, serta staf SDM Parjono dan Tuti masing-masing sebesar Rp 1 juta. Setelah itu Dwi diciduk tim KPK dan Itjen Kementerian.

OTT KPK dalam kasus itupun memantik kritik dari berbagai pihak. Salah satunya dari ICW dan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

Keduanya beranggapan bahwa OTT yang dilakukan KPK kali ini telihat janggal. Salah satu yang paling kelihatan adalah pelimpahan penanganan kasus itu ke kepolisian.

www.tempo.co