loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi Covid-19 membawa dampak positif dalam proses pembelajaran. Ujian Program Doktor yang biasanya sakral dan mengeluarkan biaya puluhan juta bisa dilaksanakan lebih efektif dan efisien.

Tidak terkendala waktu dan tempat, ketua sidang, ketua penilai dan anggota, serta promotor, co-promotor, penguji berada di tempat terpisah.

Salah satu yang merasakan hal itu, Dosen Fakultas Tehnologi dan Industri Pangan (Fatipa) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Yustina Wuri Wulandari, Selasa (5/5/2020) berhasil lulus ujian tertutup Program Doktor Fakultas Tehnologi Pangan (FTP) UGM.

Baca Juga :  Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Diperkirakan Baru Digelar Setelah September

Ujian diselenggarakan via daring menggunakan Goggle Meet, dengan meraih nilai 3,72. Tampil sebagai Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc, Ketua Penilai Prof. Dr. Yudi Pranoto, STP, MP, selaku penguji Prof. Dr. Ir. Sutardi, M.App.Sc dan Dr. Yuliani Aisyah, STP, M.Sc.

Yustina Wuri Wulandari, mempertahankan desertasi Optimasi Proses Steam Explosion Sebagai Perlakuan Pendahuluan Untuk Perbaikan Kualitas Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut. Dengan promotor Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc dan Co-promotor Prof. Dr. Chairil Anwar.

“Kami sangat bersyukur dapat lulus program doktor dari FTP UGM, di tengah pandemi covid-19. Sebelumnya kami tidak pernah membayangkan akan ujian doktor via daring. Ini pengalaman pertama dan tak pernah terlupakan. Ujian berlangsung lancar. Kalaupun ada kendala hanya diawal pelaksanaan. Berupa kendala tehnis dalam penggunaan media, karena belum terbiasa saja ” ungkap Yustina Wuri
Wulandari, sebagaimana sikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Baca Juga :  Mendikbud Bakal Segera Umumkan Protokol Belajar di Sekolah Selama Pandemi

Lebih lanjut, Yustina Wuri Wulandari, menjelaskan dirinya hanya melaksanakan ujian tertutup saja, karena tulisan publikasi di berbagai jurnal international telah memenuhi persyaratan. suhamdani