JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Banjir Rob Rendam Kota Pekalongan, Puluhan Anak dan Lansia Dievakuasi

Ilustrasi banjir rob. Tribunjateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Banjir air laut pasang (Rob) kembali merendam beberapa daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Semarang, Demak dan Jepara dengan ketinggian 20-100 cm. Banyak warga mulai mengungsi.

Di Pekalongan, banjir rob melanda sejumlah wilayah termasuk Lapas Kelas II A Pekalongan dengan ketinggian antara 30 cm-60 cm. Sekitar 60 warga Slamaran Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan mengungsi ke musala.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi banjir rob. Salah satunya adalah membangun tanggul pengaman di sepanjang pantai.

“Namun sejauh ini belum efektif dan baru pada tahap mengurangi karena proyek belum selesai 100%,” terang Saelany, Selasa (2/6/2020) siang ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana dan Pencegahan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Dimas Arga mengatakan bahwa saat ini sebanyak 40 orang mengungsi di mushala, 7 orang di balai pembibitan perikanan Unikal, dan ratusan pengungsi mandiri.

“Selasa sore ini, kita sedang melakukan proses evakuasi korban karena rob masih menggenangi rumah warga,” katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Menurut dia, jumlah pengungsi ini diperkirakan akan terus bertambah karena banyak warga pada siang hari bekerja akan pulang ke tempat pengungsian.

Baca Juga :  Tak Pakai Masker, 197 Warga Kendal Jalani Sanksi Bersih-bersih Lingkungan

Adapun beberapa lokasi terdampak rob ini antara lain Perumahan Slamaran dengan ketinggian mencapai 30 cm hingga 70 cm, Bugisan, Panjang Wetan, Panjang Baru sekitar 30 cm, Jalan Merak, Jalan Semarang, Jalan Surabaya, Jalan Patiunus, dan Jalan Kutilang dengan ketinggian air 15 cm.

Kemudian, wilayah Kelurahan Tirto, Degayu, Pasir Kraton Kramat, Pabean, dan permukiman di sekitar bantaran sungai berdekatan Perumahan Gama Permai.

“Melubernya rob ke permukiman warga ini akibat meluapnya Sungai Bremi sedang tanggul darurat penahan air tidak mampu menahan luapan air laut. Demikian juga pompa air tidak berfungsi maksimal,” katanya.

Dimas berharap berharap banjir rob ini bisa segera surut sehingga warga terdampak dapat kembali ke rumahnya masing-masing dan beraktivitas seperti biasa.

BPBD, kata dia, selain melakukan proses evakuasi warga terdampak rob, juga mendistribusikan logistik bagi para pengungsi seperti beras, mi instan, gula pasir, susu, dan air mineral.

“Pendistribusian logistik, kami salurkan pada korban rob seperti yang berada di Mushala dan masjid. Kami berharap para pengungsi bisa terbantu dan banjir rob ini bisa lekas surut,” katanya.

Korban rob, Toefel menilai pemkot tidak peka untuk mengantisipasi banjir maupun rob sehingga warga yang berada di wilayah rawan bencana itu terkena dampaknya.

Baca Juga :  Kisah Pemburu Harta Karun "Suku Kalang" di Kawasan Hutan Blora, Berburu Benda Cagar Budaya Bekal Kubur

“Setiap hujan lebat maupun air laut pasang maka dipastikan permukiman warga akan tergenang air. Bencana ini sudah terbiasa dihadapi oleh warga, namun pemkot tidak peka untuk menghadapi persoalan ini,” katanya.

Untuk diketahui, BPBD Kota Pekalongan serta relawan mengevakuasi warga yang tinggal di Perumahan Slamaran, Pekalongan Utara dengan cara dipapah dan digendong menerjang genangan banjir. Kendaraan evakuasi sulit menembus lokasi yang terendam cukup dalam.

Sehingga tim evakuasi harus menggunakan perahu karet dan rakit seadanya yang dibuat warga. Data sementara sudah ada sekitar 150 orag warga yang telah dievakuasi dan diungsikan ke beberapa lokasi.

Di antaranya ke rumah susun (rusun) Krapyak dan musala dekat rusun. Selain itu ada beberapa warga yang memilih tinggal di rumah kerabat atau saudara yang tidak kebanjiran.

Kepala BPBD Kota Pekalongan, Saminta menambahkan, bahwa saat ini pihaknya sedang fokus mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Karena itu, warga diminta ikut membantu menginformasikan jika ada yang membutuhkan bantuan evakuasi agar bisa cepat tertangani.

“Korban banjir segera didata dan diberikan bantuan berupa makanan, sembako serta baju karena yang mereka pakai basah semua,” katanya. Satria Utama