JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Langgar Kode Etik Saat Rekrut Panwascam, Ketua Bawaslu, 4 Komisioner dan Korsek Dijatuhi Sanksi dari DKPP

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen mendapat peringatan keras dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sanksi itu dijatuhkan untuk Ketua Bawaslu, 4 komisioner dan satu koordinator sekretariat.

Sanksi dari DKPP itu dijatuhkan terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam rekrutmen panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Sragen kota.

Sanksi itu turun menyusul aduan warga atas nama Untung Budi Setia yang mengadukan Bawaslu Sragen karena dinilai melakukan pelanggaran kode etik dalam pelaksanaan perekrutan anggota Panitia Pengawas Kecamatan.

Baca Juga :  Tagih Hutang Rp 50.000, Buruh di Sragen Malah Dihukum 6 Bulan Penjara. Kok Bisa?

Enam orang yang dilaporkan yakni Ketua Dwi Budhi Prasetya dan para anggota yakni Edy Suprapto, Widodo, Raras Mulatsih, Khoirul Huda serta Yuni Setyowati selaku Koordinator Sekreariat (korsek).

Advertisement

Lantas putusan sidang Etik DKPP dikeluarkan pada Rabu (24/6/2020) lalu.
Hasil sidang kode etik memutuskan menjatuhkan sanksi peringatan keras pada komisioner Bawaslu Sragen, Khoirul Huda.

Lantas Ketua Bawaslu, Dwi Budhi Prasetya, dan tiga Komisioner lainnya serta korsek mendapat sanksi peringatan.

Baca Juga :  3 Raperda Penting di Sragen Bakal Disahkan Pekan Depan. Salah Satunya Menyangkut Nasib PNS di 3 OPD Lho!

Sanksi DKPP itu dibenarkan, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Salah satu anggota Bawaslu Provinsi Jateng, Heru Cahyono saat dihubungi wartawan, menyampaikan dalam peraturan DKPP bagi penyelenggara pemilu baik KPU maupun bawaslu, ada beberapa sanksi yang diberikan.

Seperti teguran, teguran keras sampai pemberhentian. Dari tiga kriteria itu, memang ada syarat dan ketentuan.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua