JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sikap Masyarakat Terbelah Sikapi PSBB, 50 Persen Ingin Lanjut, 43 Persen Stop

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Dishub Kota Bekasi melakukan pemeriksaan pada pengendara yang memasuki wilayah Kota Bekasi di Pintu Keluar Tol Bekasi Barat, Bekasi, Rabu, 15 April 2020. Pada hari pertama pemberlakuan PSBB masih ada pengendara yang masih belum tertib dalam menjalankan arahan pengendalian COVID-19 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Sebagian besar masyarakat Indonesia menghendaki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang (50,6 persen), agar penyebaran virus Covid-19 segwra dapat siatasi.

Sementara 43,1 persen masyarakat
menilai PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi segera berjalan. Sedangkan sisanua, 6,3 persen masyarakat tidak tahu atau tidak jawab.

Hal itu merupakan hasil survei Indikator Politik Indonesia. Dari survei tersebut terlihat sikap publik terbelah menyikapi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, secara demografi, warga berpendidikan SLTA dan PT cenderung ingin PSBB dilanjutkan. Sebaliknya, mereka yang berpendidikan SD-SLTP cenderung ingin PSBB dihentikan.

Baca Juga :  Khawatir Jadi Klaster Penularan Covid-19, PP Muhammadiyah Imbau KPU Tunda Pilkada

Demikian pula warga yang berpendapatan lebih tinggi cenderung ingin melanjutkan PSBB. Sebaliknya dengan mereka yang berpendapatan lebih rendah atau masyarakat di pedesaan cenderung tak ingin melanjutkan pembatasan.

“Berdasarkan wilayah, terutama warga DKI, sebanyak 76 persen masyarakat ingin PSBB dilanjutkan. Pendukung Jokowi – Ma’ruf cenderung ingin PSBB dilanjutkan, sementara pendukung Prabowo – Sandiaga terbelah sama besar,” ujar Burhanuddin Muhtadi, Minggi (7/6/2020).

Baca Juga :  Dibuka Sejak Kamis, Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 9 Sudah Lebih dari 5 Juta Orang. Kuota Hanya 800.000

Survei dilakukan pada 16-18 Mei 2020 lalu. Hasil sampel sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Para responden diwawancarai via telepon. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

www.tempo.co