JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Tak Bisa Belajar Online Karena Tak Punya Ponsel dan TV, Siswi Miskin Ini Nekat Bunuh Diri

Ilustrasi mayat. Foto: Pixabay.com
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Pola belajar online bagi siswa selama wabah virus Corona (Covid-19) mengakibatkan seorang siswa perempuan dari keluarga kurang mampu nekat bunuh diri lantaran tak punya sarana untuk belajar online.

Peristiwa memilukan itu terjadi di India. Ketika beberapa sekolah di Kerala memulai proses belajar online, Senin (1/6/2020) pagi, seorang murid perempuan kelas 10 di distrik Malappuram merasa putus asa.

Murid yang tidak dipublikasi identitasnya itu, tidak punya ponsel pitar dan di rumahnya bahkan tidak punya televisi.

Situs ndtv.com mewartakan pada Senin sore, murid tersebut hilang dari rumahnya. Tubuhnya yang hangus ditemukan di sebuah tempat dekat rumahnya sekitar pukul 3.30 sore waktu setempat.

Aparat kepolisian menyebut, murid perempuan tersebut tampaknya telah mencelakai diri sendiri. Di sekolah, dia dikenal sebagai murid yang baik.

“Televisi di rumah rusak. Dia mengatakan pada saya televisi di rumah perlu diperbaiki, kami juga tidak mampu membeli ponsel pintar. Saya tidak tahu mengapa dia melakukan ini (bunuh diri),” kata ayah korban, yang punya sedikit pendapatan karena virus corona.

Sebelum murid tersebut bunuh diri, ayahnya sudah menawarkan padanya untuk meminjam ponsel pintar milik temannya. Ibu murid tersebut baru saja melahirkan sehingga keluarga itu hampir tak punya uang.

“Keuangan keluarga sangat seret dan murid perempuan itu sangat waswas dia tak bisa melanjutkan lagi pelajarannya atau sekolahnya bisa terkena dampak. Laporan mengarah bahwa dia tak punya akses ke televisi atau kelas virtual sejak sekolah online dimulai,” kata seorang aparat kepolisian.

Menteri Pendidikan untuk wilayah Kerala, C Raveendranath, mengaku sudah mendengar kasus tersebut. Tahun ajaran baru di Negara Bagian Kerala dimulai pada 1 Juni yang dilakukan lewat kelas online.

Akan tetapi, diperkirakan ada puluhan murid di negara bagian itu tak punya akses ke TV atau peralatan lain yang bisa mengakses internet.

Pemerintah saat ini sedang mengupayakan mendirikan beberapa pusat belajar atau meminjamkan laptop ke kelompok-kelompok kecil dengan bantuan donatur.

www.tempo.co