JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Terungkap, Ini Penyebab Wonogiri Belum Bisa Terapkan Kebijakan New Normal

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.JSNews/Aris Arianto

P 20180116 111450 p 1 1
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Lantaran belum bisa memenuhi prasyarat yang ditentukan pusat,Pemkab Wonogiri hingga saat belum bisa menerapkan kebijakan new normal.

Informasi yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri belum memenuhi kriteria atau prasyarat yang ditentukan Bappenas untuk menerapkan status new normal.
Prasyarat yang ditentukan Bappenas dan harus dipenuhi suatu daerah untuk bisa menerapkan status new normal ada tiga.

Baca Juga :  Miris, Kisah TKI Atau PMI Asal Wonogiri Jarno Alias Tri Sujarno yang Mengalami Kebutaan dan Terlunta-lunta di Malaysia, Berkat Kolaborasi Birokrasi dan Legislatif Akhirnya Bisa Kembali ke Kampung Halaman

“Meliputi epidomologi atau tingkat penularan, sistem kesehatan dan surveilans,” jelas Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wonogiri yang juga Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Rabu (3/6/2020).

Pria yang akrab disapa Jekek ini membeberkan, secara epidomiologi angka reproduksi efektif COVIR-19 atau potensi penularan virus Corona di Wonogiri masih berada di atas 1. Padahal kriteria yang ditentukan Bappenas angka tersebut harus di bawah 1.

Baca Juga :  Waduh, Jumlah Warga Sukoharjo yang Meninggal Positif COVID-19 Terus Bertambah Demikian Juga untuk Kasus Baru Maupun Kesembuhan

Sementara dari segi surveilans, alat rapid test yang dimiliki Pemkab saat ini belum sebanding dengan jumlah penduduk yang akan diambil sampelnya.

“Jadi belum bisa (menerapkan new normal). Tapi kami terus dan masif melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan COVID-19 dan pola hidup sehat,” ujar dia. Aria