JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Tiga Kabupaten di DIY Ini Rawan Krisis Air Bersih

Dropping air bersih juga dilakukan di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul pada Selasa (24/9/2019) / tribunnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tiga daerah di Provinsi DIY dinilai rawan kekeringan, yakni Kabupaten Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Dari tiga daerah tersebut, kebutuhan air saat musim kemarau terparah terdapat di Gunungkidul yang mencapai 100 hingga 500 tank/liter air bersih setiap bulannya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY, Danang Samsurizal.

Jika ditotal, menurut Danang, selama lima bulan sejak Juni hingga Oktober tahun lalu, dropping air oleh BPBD DIY dan lembaga swasta yang bekerja sama mencapai 2.363 tank/liter, khusus di wilayah terparah yakni di Gunungkidul.

Kini, jelas Danang, mitigasi bencana kekeringan di beberapa wilayah di DIY saat musim kemarau, sedang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY.

Baca Juga :  Hari Pertama Buka, Pengunjung Taman Pintar, Yogyakarta Didominasi Anak-anak

Ada dua bentuk mitigasi yang dilakukan. Pertama, pencegahan dengan membuat sumur resapan di beberapa wilayah.

Kedua, droping air secara berkala ketika kekurangan air sudah mulai terasa begitu musim kemarau.

Seharusnya, bentuk antisipasi kesiapan stok air dilakukan ketika musim hujan lalu dengan membangun embung dan sumur resapan.

Jumlah tersebut belum termasuk bantuan droping dari lembaga lain dan juga pemerintah Kabupaten/Kota.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Kulonprogo, permintaan air tiap bulannya rata-rata antara 55 tank/liter hingga 100 tank/liter.

Sedangkan di Kabupaten Sleman masih pula terdapat wilayah kekurangan air, yang setiap bulannya butuh pasokan dari BPBD DIY mencapai 118 tank/liter air hingga 1.617 tank/liter.

Baca Juga :  Beraninya Njambret Emak-emak, Coba Ditangkap Lari, Akhirnya Didor!

“Kami sifatnya hanya membantu. Tentu kebutuhan air yang kami berikan tidak akan mencukupi.

Makanya banyak pula pihak swasta yang memberikan bantuan, serta saat ini pihak Kecamatan juga sama,” katanya kepada Tribunjogja.com, Kamis (25/6/2020).

Saat disinggung mengenai langkah penanganan jangka panjang, pihaknya sudah memastikan kesiapan dan kondisi embung di tiga wilayah tersebut.

Dengan ditambah dari pihak Kecamatan, Danang optimis musim kemarau tahun ini dapat dilalui dengan tanpa kendala.

“Masyarakat juga mulai sadar dan menyiapkan langkah untuk antisipasi dengan menyiapkan sumur resapan, serta tandon-tandon di setiap rumah. Kami juga sudah lakukan pemetaan,” pungkasnya.

www.tribunnews.com