JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Warga Bantul Ini Meninggal Saat Antre Bantuan Sosial Tunai

Ilustrasi mayat. Foto: Pixabay.com

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM
Saat lagi antre mengambil bantuan sosial tunai (BST) tahap dua dari Kemensos, di balai desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Selasa (9/6/2020),
Mardinah (60), warga Desa Patalan, meninggal mendadak.

Tewasnya korban diduga karena yang bersangkitan tengah sakit.

Lurah Desa Patalan, Sayudi mengatakan, berdasarkan keterangan pihak Puskemas, meninggalnya Mbah Mardinah tidak ada indikasi yang mengarah virus corona jenis baru.

“Kata suaminya, ada riwayat hipertensi,” ucap dia.

Sayudi menceritakan, Mbah Mardinah datang ke Balai desa Patalan untuk mengambil bantuan covid-19 sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca Juga :  Kasus Positif Covid-19 Masih Cenderung Naik, Luhut Klaim Penanganan Terkendali

Ia datang diantar oleh suaminya. Saat itu, menurutnya di Balai Desa belum banyak orang yang datang karena masih pagi.

Bantuan BST dari Kemensos di Desa Patalan hari itu disalurkan kepada 259 penerima.

Mengantisipasi terjadinya kerumunan, bantuan disalurkan dengan pembagian dua kelompok dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti kursi tunggu diatur jarak, tersedia tempat cuci tangan dan sebelum masuk, dilakukan pengecekan suhu badan.

Awalnya, semua berjalan biasa. Mbah Mardinah mengambil nomor antrean lalu duduk. Saat sedang duduk, tiba-tiba terjatuh dan pingsan.

“Jadi belum sempat ambil bantuan,” terang Sayudi.

Baca Juga :  Viral Surat Nikah dan Perjanjian Cerai Soekarno Dijual, Harga Dibuka Rp 25 Miliar. Pihak Penjual Disebut adalah Cucu Inggit Garnasih

Meskipun ada insiden tersebut, proses penyaluran bantuan menurutnya berjalan lancar hingga pukul 11 siang.

Kapolsek Jetis, AKP M. Soleh mengatakan dari keterangan pihak puskesmas korban dinyatakan meninggal dunia karena hipertensi.

Hal tersebut diperkuat dengan keterangan keluarga korban bahwa sebelumnya mempunyai keluarga yang meninggal dan korban diduga kelelahan saat berangkat ke balai desa belum sempat sarapan.

“Korban mempunyai riwayat hipertensi tetapi tidak pernah memeriksakan diri,” kata Sholeh.

Jenazah korban saat ini sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan. 

www.tribunnews.com