JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Yogya Makin Marak dengan Aktivitas Pesepeda, Ini Saran Dinas Kesehatan untuk Cegah Covid-19

Kawasan Titik Nol Kilometer Yogya, di ujung jalan Malioboro, tampak sudah kembali dipadati pengunjung pada Sabtu petang (6/6/2020). Pemerintah DIY sendiri masih memperpanjang masa tanggap darurat hingga 30 Juni 2020 guna memastikan new normal yang diproyeksi paling cepat Juli 2020. Tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Imbauan dari Wakil Walikota Yogyakarta maupun Gubernur DIY Sri Sultan HB X ternyata belum dijalankan sepenuhnya oleh para pesepeda di kawasan wisata Malioboro.

Aktivitas bersepeda di masa pandemi bahkan tampak kian marak di Kota Yogyakarta.

Ribuan pesepeda bahkan sempat memadati kawasan Malioboro dan sekitarnya akhir pekan kemarin, hingga membuat pemerintah DIY berang karena sebagian tak patuh protokol Covid-19.

Terkait antusias warga bersepeda di masa masih tanggap darurat Covid-19 ini, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mewanti-wanti agar hobi sekaligus olahraga itu tak menjadi bumerang bagi pecintanya.

“Pesepeda perlu memperhatikan medan, jarak, rute, hingga durasi. Pemilihan medan sebaiknya tidak menanjak dan hanya bersepeda untuk tujuan santai,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Okto Heru Santosa Jumat (12/6/2020).

Okto menuturkan waktu ideal bersepeda antara 20-60 menit. Di masa pandemi ini, ia meminta jika para pesepeda beristirahat dapat memilih tempat yang jauh dari kerumunan.

Baca Juga :  Pemkot Yogya Gencarkan Pemutusan Penularan Covid-19, Ini Yang Dilakukan    

Menurutnya, hal lain yang perlu diperhatikan dalam bersepeda juga memperhatikan prinsip progresif, yaitu melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya.

Masyarakat juga disarankan tidak saling meminjam fasilitas olahraga, menghindari menyentuh sarana umum, serta menghindari menyentuh area wajah saat berolahraga.

“Pastikan kondisi tubuh fit, sebab ada beberapa kasus di mana orang kolaps saat berolahraga. Utamakan melakukan olahraga pagi hari saat kadar oksigen lebih tinggi,” ujar Okto.

Okto menambahkan olahraga di masa pandemi corona ini, masyarakat perlu memperhatikan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga soal tiga risiko, yakni risiko rendah, sedang, dan tinggi.

Risiko rendah adalah olahraga di rumah, baik sendiri atau dengan anggota keluarga dan menggunakan peralatan sendiri.

Risiko sedang meliputi olahraga di tempat umum secara sendiri atau berkelompok, tidak lebih dari lima orang dan menggunakan peralatan sendiri.

Sedang risiko tinggi adalah olahraga di tempat umum, berkelompok dengan orang lain yang bukan anggota keluarga, dan menggunakan peralatan yang bergantian.

Baca Juga :  Sendratari Sang Ratu Digelar di Pantai Cemoro Sewu dengan Protokol Ketat

“Sangat dianjurkan untuk melakukan olahraga di rumah, namun jika di luar pastikan tetap menggunakan masker dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujar Okto.

Para pecinta bersepeda pun diimbau memilih masker yang nyaman dipakai dan berpori longgar. Karena harus memakai masker, pesepeda dianjurkan melakukan aktivitas berintensitas ringan dan sedang sebab jika melakukan intensitas berat saat memakai masker, berisiko menghambat pasokan oksigen dan bisa berakibat fatal.

Wakil walikota yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi, mengatakan bersepeda menjadi hobi dan olahraga yang belakangan kian populer di masyarakat Kota Yogyakarta.

Selain bersifat rekreatif, bersepeda juga dinilai menjadi salah satu cara mudah dan murah untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi corona. Namun, kegiatan bersepeda harus juga dibarengi protokol kesehatan ketat.

“Di masa pandemi ini, bersepeda cukup berkeliling klintong-klintong bukan dalam konteks sport yang berintensitas tinggi,” ujar Heroe.

www.tempo.co