JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

15 Anak di Kudus Tertular Covid-19, Dengan Penyakit Penyerta Satu Perawat Meninggal Dunia saat Sedang Hamil

Ilustrasi penyebaran virus corona atau covid-19. Pixabay

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pandemi virus corona baru (covid-19) masih melanda Kabupaten Kudus. Hingga kini masih ditemui warga Kudus yang terkonfirmasi terpapar covid-19 termasuk golongan anak-anak. Data dihimpun menyebutkan, di Kudus terdapat lima kasus anak terinfeksi covid-19.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus Andini Aridewi, menyatakan, dari 15 kasus anak terjangkit virus corona, sebanyak dua kasus di antaranya merupakan bayi di bawah usia lima tahun (balita), sedangkan 13 kasus merupakan usia kanak-kanak (usia 5-11 tahun).

Ia juga menjelaskan, temuan kasus anak terjangkit virus corona merupakan hasil penelusuran kontak saat ditemukan kasus terkonfirmasi positif corona.

“Belasan kasus terkonfirmasi positif virus corona untuk anak saat ini semuanya sudah sembuh.  Kasus anak meninggal karena covid-19 hingga kini tidak ada,” ujar dia, kemarin.

Ditegaskan lebih lanjut, Arini meminta masyarakat yang memiliki anak yang memang rentan tertular untuk mewaspadainya, meskipun dari sisi persentase temuan kasusnya baru 2 persenan. Hal itu bertujuan untuk menekan jumlah kasus covid-19, khususnya yang terjangkit anak-anak.

Baca Juga :  Jika Dinilai Berbahaya, Gubernur Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Pertimbangkan Usulan Penundaan Pilkada Serentak 2020

Pada usia kanak-kanak, daya tahan tubuhnya belum bagus dalam melawan virus corona sehingga harus dipastikan tidak bepergian karena ketika diajak keluar rumah tentunya berisiko tertular virus corona.
Ia melanjutkan, pemahaman soal protokol kesehatan dimungkinkan juga masih kurang sehingga disarankan tidak diajak keluar rumah, terkecuali ada kepentingan sangat mendesak.

“Jika pun terpaksa keluar rumah, tentunya harus mematuhi protokol kesehatan mulai dari memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak fisik dengan orang lain serta menghindari kerumunan,” sambung dia.

Positif Covid-19, Satu Perawat Wafat dalam Kondisi Hamil

Sementara itu, seorang perawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kabupaten Kudus, meninggal dunia setelah menjalani perawatan karena terinfeksi covid-19. Perawat tersebut meninggal dunia dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Pujianto di Kudus, saat dikonfirmasi pada Senin (27/7/2020)membenarkan bahwa ada satu perawat di RS Mardi Rahayu Kudus yang meninggal akibat terjangkit covid-19.

Baca Juga :  Torakur, Cemilan Khas Bandungan yang Wajib Dicoba

Menurut Juru Bicara Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Yuliana Wara menyatakan selain karena terjangkit covid-19, almarhumah juga memiliki riwayat penyakit jantung.

“Sebelumnya almarhumah juga pernah terpapar virus corona pada 3 Mei 2020, sedangkan pada 14 Mei 2020 dinyatakan sembuh,” terang dia.

Namun, lanjut dia, pada 24 Juli 2020 kembali terkonfirmasi positif covid -19, namun pada 26 Juli 2020 meninggal dunia dengan kondisi hamil sekitar tujuh bulan.

“Sejak muncul gejala, yang bersangkutan langsung menjalani rawat inap. Selain tenaga kesehatan yang meninggal pada 26 Juli 2020, tercatat ada dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif covid-19,” sambung dia.

“Saat ini kedua tenaga kesehatan tersebut, hanya menjalani isolasi mandiri karena hanya bergejala ringan sehingga pelayanan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus tetap normal,” kata dia.

“Untuk tenaga kesehatan lainnya yang memiliki kontak dengan almarhum saat kontak selalu memakai alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai ketentuan zona rumah sakit,” pungkas dia. Satria Utama