JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Beredar Pengakuan Salah Satu Pelaku Perusakan Tugu PSHT di Sragen. Sebut Seseorang Berinisial Pak W Yang Menyuruh Melakukan Perusakan

Salah satu remaja yang diduga pelaku perusakan tugu PSHT saat diinterogasi (kiri). Kondisi salah satu tugu PSHT yang dirusak (kanan). Foto kolase/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Salah satu remaja yang diduga pelaku perusakan tugu PSHT saat diinterogasi (kiri). Kondisi salah satu tugu PSHT yang dirusak (kanan). Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi kekerasan yang melibatkan ratusan massa dan bermotif perguruan silat kembali terjadi di Sragen, Minggu (5/7/2020).

Serombongan orang dengan atribut salah satu perguruan silat dengan arogan melakukan perusakan tugu milik persaudaraan setia hati terate (PSHT) di Sragen.

Sebanyak tiga tugu di tiga kecamatan dilaporkan dirusak secara beruntun, Minggu (5/7/2020) pagi. Tak hanya itu, satu rumah warga di Gesi yang berada di dekat tugu, juga menjadi sasaran amukan massa itu.

Pelaku diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang dan ditengarai berasal dari salah satu perguruan silat lainnya. Video aksi perusakan itu juga beredar luas.

Ada empat video yang beredar dan menunjukkan arogansi dari rombongan tersebut. Dari video terlihat aksi perusakan dilakukan oleh ratusan orang yang mayoritas muda usia.

Dari empat segmen video yang beredar, satu di antaranya berisi pengakuan salah satu remaja yang diduga ikut melakukan perusakan.

Baca Juga :  Kades Positif Covid-19, Semua Warga Tegaldowo Gemolong Yang Kontak Erat Setelah Tanggal 20 Juli Diminta Segera Lapor dan Isolasi Mandiri!

Dalam video berdurasi 9 detik itu, tampak remaja itu terduduk jongkok sembari diinterogasi. Remaja berkaos hitam dengan atribut perguruan silat itu kemudian ditanya namanya dan menjawab namanya MR.

Kemudian dia ditanya siapa yang menyuruh melakukan perusakan, remaja itu mengaku disuruh oleh Pak W. Saat ditanya lagi apakah Pak W rumahnya di Mondokan, remaja itu menjawab iya.

Sementara tiga video lainnya menggambarkan aksi ratusan pelaku
yang melakukan konvoi sembari menggempur tugu milik PSHT di tiga lokasi. Masing-masing di wilayah Gesi, Sukodono dan Mondokan.

Data yang dihimpun di lapangan, aksi perusakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada yang tahu bagaimana awal mulanya. Rombongan ratusan pemuda dengan motor itu berkonvoi.

Konvoi melintasi wilayah Sukodono, Mondokan dan Gesi. Menurut kesaksian warga, tiba- tiba di tiga wilayah itu, rombongan konvoi berhenti dan kemudian merusak tugu berlambang PSHT.

Baca Juga :  Kaget Golkar Berbalik Haluan, Sekretaris Gerindra Jateng Akhirnya Angkat Bicara Soal Rekomendasi Gerindra di Pilkada Sragen. Begini Penjelasannya!

“Informasi masih simpang-siur ini baru kita pastikan. Tapi untuk sementara, data awak, ada tiga titik yang jadi sasaran perusakan. Yakni di Mondokan, Gesi dan Sukodono,” papar Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo kepada wartawan ditemui di Mapolres, Minggu (5/7/2020).

Menurutnya, saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya meminta masing-masing pihak saling menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus perusakan kepada kepolisian.

“Tolong sama-sama mengerem. Jangan sampai berkelanjutan dan merugikan berbagai macam pihak. Percayakan kami, tetap utama kami jaga kondusivitas,” terangnya.

Sementara, pria berinisial Pak W yang disebut oleh salah satu remaja yang tertangkap melakukan perusakan, belum bisa dimintai konfirmasi. Pak W yang merujuk pada nama Ketua salah satu perguruan silat di Sragen itu, saat dihubungi nomor HP-nya tidak aktif. Wardoyo