JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Industri Pariwisata Dibangkitkan, 54 Destinasi Kota Semarang Mulai Dibuka

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dampak pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya pada kesehatan saja. Perekonomian berbagai negara pun turut terkena imbasnya. Industri pariwisata adalah salah satunya.

Data yang dihimpun, pandemi covid-19 telah memukul sektor industri pariwisata di dunia termasuk pariwisata di indonesia.

Di industri pariwisata Indonesia, covid-19 memberikan dampak pada awal tahun 2020 yang mana banyak wisatawan membatalkan rencana perjalanannya terutama wisatawan mancanegara yang berasal dari negeri china dimana negara ini adalah asal muasal virus ini pertama kali terjadi.

Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang berupaya keras membangkitkan sektor industri pariwisata.

Menyambut fase tatanan kehidupan baru (new normal), sebanyak 54 destinasi wisata dan tempat hiburan di Kota Semarang kembali dibuka bagi pengunjung maupun wisatawan.

Baca Juga :  Rumah Kosong di Kawasan Padat Penduduk Kota Salatiga Hangus Terbakar, Petugas Damkar Kesulitan Akibat Akses Jalan Sempit

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari menyampaikan, dibukanya destinasi wisata dan tempat hiburan karena telah mengantongi izin rekomendasi dari Pemerintah Kota Semarang.

“Dari yang sudah mengajukan izin ada 134 tempat wisata dan hiburan. Tapi yang baru diterima 53 (tempat wisata). Ditambah Lawang Sewu berarti 54 lokasi yang sudah diizinkan,” ungkap Indriyasari kepada wartawan, seperti keterangan resmi yang diterima.

Lebih lanjut, Indriyasari menyampaikan, tempat wisata di Kota Semarang yang sudah mulai dibuka bagi wisatawan yakni Puri Maerokoco, Sam Po Kong, Kampung Jawi, dan Lawang Sewu.

“Besok pagi kita cek tempat wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang,” jelas Indriyasari.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ketua DPRD Jepara Wafat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Terpapar Covid-19 dengan Penyakit DB

Ditambahkan, untuk tempat hiburan yang sudah mulai beroperasi, kebanyakan seperti bisnis karaoke, spa, lounge dan arena permainan. Indriyasari memastikan setiap tempat wisata dan hiburan yang ingin beroperasi di masa pandemi, harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat.

Pemkot Semarang, lanjutnya, tidak akan memberi izin rekomendasi bagi tempat wisata dan hiburan apabila protokol tersebut tidak bisa terpenuhi. Bahkan, destinasi wisata dan tempat hiburan yang kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19 akan diberi sanksi.

“Nanti ada sanksi lisan, tertulis, dan penutupan. Kemarin ada beberapa karaoke sudah kita beri peringatan lisan karena ada yang buka di luar jam yang sudah kita tentukan,” imbuh dia. Satria Utama