JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Parliamentary Threshold 4 Persen Dikeluhkan, Partai Berkarya Inginnya Nol Persen

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso di Istana Kepresidenan Jakarta, 29 November 2018. tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang sekarang berada di angka empat persen dikeluhkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso.

Hal itu diungkapkannya pada acara ulang tahun Partai Berkarya yang keempat.

“Seharusnya kami bisa dapat sekitar 14 kursi DPR RI, tapi karena threshold-nya tidak tercapai, hanguslah semua,” ujar Priyo di kantornya, Rabu (22/7/2020).

Priyo mengusulkan besaran ambang batas parlemen diubah menjadi nol persen. Dia mengaku telah melakukan serangkaian strategi politik agar hajatnya itu terwujud.

Baca Juga :  Arab Saudi Segera Buka Pintu untuk Ibadah Umroh, Kemenag Tunggu Rilis Daftar Negara yang Boleh Berangkatkan Jemaah

Menurutnya, dia sudah bertemu dengan enam sekjen partai politik lain yang tidak lolos parliamentary threshold. Keenam partai itu adalah Hanura, PSI, PBB, PKPI, Partai Garuda, dan Perindo.

“Kami sepakat akan menyampaikan teman di parlemen agar jangan mengajukan threshold yang ugal-ugalan,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi II DPR hendak merevisi besaran threshold yang telah tertera dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dengan tiga opsi.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, Kejagung Buru Bukti Perjalanan Jaksa Pinangki Keluar Negeri

Opsi pertama tujuh persen, opsi kedua berjenjang, dan opsi ketiga tetap empat persen.

Menanggapi hal itu, Priyo mengungkapkan pematokan ambang batas parlemen hanya akan membuat kekuasaan terkonsentrasi di partai-partai besar.

“Gak usah dipatok, tujuannya untuk apa? Tujuannya untuk membentuk borjuasi kekuasaan sehingga pusat kekuasaan hanya tergantung pada lima partai politik secara nasional,” ujarnya.

www.tempo.co