JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pembentukan Gugus Tugas Khusus di Kawasan Industri Jadi Prioritas Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaksanakan monitoring penerapan protokol kesehatan sektor industri di PT Norojono, Kudus, Rabu (1/7/2020). Humas Pemprov
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Klaster penularan corona virus disease 2019 (covid-19) sektor industri di Kota Semarang menjadi pembelajaran serius. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut bergegas melakukan penindakan.

Ganjar meminta kepala-kepala daerah membentuk gugus tugas khusus di kawasan industri. Hal tersebut salah satu upaya dalam mencegah penularan Covid-19 dan memastikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan industri.

“Saya minta dibuat gugus tugas khusus di kawasan-kawasan industri. Tidak hanya di Kota Semarang, karena banyak daerah di Jawa Tengah yang memiliki kawasan industri. Sekarang di kawasan – kawasan industri,” tegas Ganjar Pranowo, Jumat (10/7/2020).

Ganjar meminta ada perbaikan protokol kesehatan di kawasan industri.

“Orang-orang yang terkena covid-19 dan lingkungannya di-off-kan dan dilakukan tindakan Saya minta dalam minggu ini semuanya sudah diperbaiki,” sambung Ganjar.

Terkait kemajuan penanganan klaster penularan covid-19 di lingkungan perusahaan di Kota Semarang, Ganjar menyebut bahwa penularan virus corona di dua dari tiga perusahaan yang menjadi klaster penularan sudah terkendali.

“Dua perusahaan itu sudah lama, sejak Juni, jadi relatif terkendali. Tinggal satu perusahaan yang menjadi pengawasan khusus kami,” ujar Ganjar.

Hingga kini, Pemerintah Kota Semarang Semarang telah menempatkan petugas gabungan di berbagai kawasan industri. Hal itu untuk memastikan penerapan protokol kesehatan covid-19.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, secara tegas menekankan kepada petugas dan berbagai kalangan lainnya untuk memperketat penerapan prosedur standar operasional tentang kesehatan. Dia mengatakan patroli khusus di kawasan pabrik tersebut juga harus didukung oleh para pengelola perusahaan.

Baca Juga :  Penerapan Protokol Kesehatan di Dunia Pendidikan Jadi Prioritas

“Peugas gabungan dari personel TNI, Polri. dan pemkot yang sebelumnya ditugaskan di pos-pos perbatasan akan dialihkan untuk patroli di kawasan pabrik,” ujar Hendi sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2020) kemarin.

“Setiap hari harus dilakukan penyemprotan desinfektan. Petugas gabungan akan terus patroli untuk mengingatkan pentingnya SOP kesehatan,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam menyebut klaster baru di tiga perusahaan itu relatif besar. Menurut dia, penyebab munculnya klaster di tiga perusahaan itu akibat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam lingkungan kerja.

Klaster tiga perusahaan saat ini menjadi penyumbang kasus covid-19 yang cukup besar di Kota Semarang.

“Saat ini dari klaster perusahaan ada sekitar 300 orang yang terkonfirmasi positif covid-19,” terang Hakam sapaan akrabnya kepada para awak media.

Lebih detail, Hakam menyebutkan, jumlah sekitar 300 kasus tersebut merupakan hasil tracing di tiga perusahaan dan sebagian dari hasil tracing atau penelusuran yang telah dilakukan petugas Dinkes Kota Semarang. Menurut dia, hingga saat ini tracing terus dilakukan hingga ke rumah, kos, maupun lingkungan sekitar para karyawan.

Baca Juga :  3 Terdakwa Penolak Jenazah Pasien Covid-19 Dijatuhi Vonis 4 Bulan Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

“Munculnya klaster perusahaan bermula dari adanya karyawan di tiga perusahaan tersebut masuk pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit. Ternyata, mereka bekerja di pabrik. Kemudian petugas Dinkes melakukan penelusuran hingga akhirnya menemukan klaster baru di perusahaan,” terang dia.

“Jadi awal dari penularan yakni dari rumah atau kos-kosan dari karyawan tersebut. Kemudian dia bekerja di pabrik dan menularkan ke karyawan yang lain. Hampir 99 persen OTG atau orang tanpa gejala,” sambungnya.

Lebih lanjut, Hakam menjelaskan, penyebaran covid-19 di klaster tiga perusahaan menjadi fokus penanganan. Lebih lanjut, Hakam menambahkan, mereka yang masuk dalam OTG mayoritas melakukan isolasi mandiri difasilitasi oleh perusahaan masing-masing. Sebagian ada yang melakukan isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang.

“Dari hasil penelusuran, karyawan yang dinyatakan positif tidak seluruhnya warga Kota Semarang. Ada salah satu perusahaan yang banyak berasal dari luar kota, da nada juga perusahaan yang banyak dari Kota Semarang,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, klaster industri penularan corona virus disease 2019 (covid-19) di Kota Semarang jadi perhatian serius. Kemunculan klaster ini langsung berdampak pada lonjakan kasus positif covid-19. Hasil tracing di klaster industri ditemukan sekitar 300 orang tertular covid-19. Kini, klaster tersebut menjadi fokus penanganan Pemerintah Kota Semarang. Satria Utama