JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Penjual Tahu Kupat Timur RS Kasih Ibu yang Terpapar Covid-19, Ternyata Warga Cemani Sukoharjo

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lurah Purwosari, Suharti, menegaskan jika penjual tahu kupat yang terkonfirmasi Covid-19 sudah bukan warga Solo. Sang penjual sudah pindah dan kini menjadi warga Cemani, Grogol, Sukoharjo.

Dia memaparkan, sang penjual hingga saat ini masih ber-KTP Kelurahan Purwosari. Hanya saja, sejak empat tahun ini tinggal di Cemani.

“Sudah tinggal di Cemani dan setiap hari pulang ke sana. Namun gerobaknya ditinggal di sini (timur RS Kasih Ibu),” kata Suharti.

Baca Juga :  Peradi Solo Berikan Asuransi Kepada Ahli Waris Anggotanya yang Meninggal Dunia

Tak ingin terjadi penyebaran di sekitar tempat berjualan tersebut, pihak kelurahan langsung mengimbau agar pedagang tutup sementara. Suharti mengakui, beberapa pedagang memang masih nekat berjualan karena berbagai alasan.

Suharti menambahkan, Pemkot juga menyemprot disinfektan di lingkungan tersebut. Penyemprotan melibatkan LPMK Kelurahan Purwosari, Satgas PDIP, hingga relawan dari masyarakat.

“Kami akan pantau terus kondisinya di sana seperti apa. Kami himbau agar tutup sementara sampai benar-benar aman,” tegas dia.

Baca Juga :  Kerusuhan di  Pasar Kliwon Solo, Acara Keluarga Dibubarkan Massa, 3 Orang Terluka Sejumlah Mobil Pecah Kaca

Setelah munculnya kasus itu, sebanyak 48 orang langsung diambil sampel swab. Puluhan warga itu berasal dari juru parkir, warga sekitar tempat berjualan, pedagang sekitar, hingga pegawai RS Kasih Ibu.

Nantinya, sampel dari test swab tersebut akan diuji di laboratorium dengan metode RT-PCR. Hal itu untuk memastikan ada atau tidaknya virus di sampel mereka.

“Selain warga sekitar warung, juga ada dari keluarga. Namun hanya dua, mertua dan adik keponakannya,” paparnya. Prabowo