JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Renovasi Makam Mbah Jonambang di Dusun Sambeng Desa Watuagung Baturetno Wonogiri Disoal, Ini Penyebabnya

Makam Mbah Jonambang usai direnovasi. Dok. Repostwonogiri
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Makam Mbah Jonambang usai direnovasi. Dok. Repostwonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Renovasi komplek makam kuno berusia ratusan tahun Mbah Jonambang di Dusun Sambeng Desa Watuagung Kecamatan Baturetno Wonogiri disoal. Pasalnya dinilai menghilangkan situs cagar budaya dan nilai kearifan lokal.

Tokoh agama di Kecamatan Baturetno, Mbah Dedy Al-Jawawi mengaku terkejut dengan berubahnya bentuk wujud bangunan area Makam Mbah Joyo Panambang atau Mbah Jonambang.
Dia mengaku tak menyoal selama renovasi tersebut menjadi bagus. Namun jangan sampai menghilangkan situs sejarah dengan merubah bentukanya.

“Kami sangat menyayangkan renovasi ini. Kami tidak mau untaian benang sejarah yang kami rajut hilang begitu saja. Biar bisa diambil hikmahnya untuk generasi yang akan datang. Ini malah musnah dalam sesaat karena egoisme pribadi. Kami tidak ingin anak-anak muda tercerabut dari akar sejarahnya,” kata dia, Kamis (9/7/2020).

Dia menuding ada oknum di balik renovasi makam Mbah Jonambang tersebut bermain. Terlepas dari hal itu, ada yang perlu digarisbawahi bahwa Makam Mbah Jonambang bisa dikenal luas berkat adanya jerih payah sebuah kelompok pecinta alam asal Baturetno. Mereka awalnya naik ke bukit tersebut dalam aksi tanam pohon di tahun 2015 silam.

Baca Juga :  Ada Pondok Sehat di Gedung PGRI Wonogiri Ternyata Untuk Isolasi Pasien Positif COVID-19

Komunitas yang beranggotakan berbagai usia ini awalnya menyusuri sebuah talang bekas peninggalan Kolonial Belanda di Desa Belikurip. Penyusuran itu kemudian sampai di sebuah bukit yang ada komplek makamnya yang masuk wilayah Desa Watuagung.

Dari puncak bukit itu pemandangannya sangat indah. Kemudian muncul ide menjadikan area itu spot wisata baru.

“Ketika dirunut ternyata makam kuno itu ada keterkaitannya dengan sejarah rakyat Pangeran Sambernyowo. Dimana yang dimakamkan di situ merupakan satu dari 40 prajurit khusus Pangeran Sambernyowo (Prajurit Baku Kawandoso Joyo),” terang dia.

Anggota komunitas gowes B2B asal Baturetno, Brino Gunanta mengaku sangat prihatin. Dia melihat, oknum yang merenovasi makam itu sengaja menghilangkan situs budaya. Sebab, bentukan Makam Mbah Jonambang selepas dipugar justru tidak dikenali lagi.

Baca Juga :  Serentak, Begini Kiprah 3 Pilar di Wonogiri yang Bersinergi Memutus Mata Rantai Penyebaran COVID-19

“Setelah terkenal dibangun, justru sekarang sudah tidak bisa dikenali lagi,” kata dia.

Menurut dia, perubahan bentukan Makam Mbah Jonambang hilang setelah dilakukan pembangunan oleh oknum yang katanya mengaku-ngaku merupakan trah keturunan Joyo Panambang tersebut. Namun secara rinci ia tidak mengetahui siap dan darimana asal usul oknum itu.

“Kemarin kami naik ke sana, saking penasarannya. Saya lihat sekeliling, kok ada yang janggal. Setelah saya amati, ternyata ada tiga makam kecil yang hilang entah kemana. Sebelum dibangun, ketiga makam kecil yang terbuat dari batuan andesit itu ada tak jauh dari Makam Mbah Jonambang,” bebernya.

Dikatakan, Makam Mbah Jonambang sejatinya sebelum direnovasi berada di sebuah bukit dengan tiga makam kecil di sekelilingnya membujur ke utara. Kini, lokasi makam itu sudah berubah menjadi sebuah bangunan menjulang dikelilingi pagar tembok batu bata. Lalu di tengah pelataran bangunan itu berdiri Makam Mbah Jonambang. Aria